Dilansir AFP dari Autodata, Rabu (3/5/2017), angka penjualan mobil di AS pada April 2017 turun 8,3% dibandingkan Maret 2017, dan turun 4,7% dibandingkan April 2016.
Para analis memang sudah memperkirakan penurunan ini, namun realisasinya ternyata lebih rendah. Ini merupakan empat bulan berturut-turut, penjualan mobil menurun di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota juga melaporkan penurunan penjualan 4,4%. Sementara Nissan turun 1,5%. Para produsen mobil ini menguasai 2/3 pangsa pasar di AS.
Perlambatan angka penjualan mobil di AS sudah mulai terlihat sejak awal 2017.
Para produsen telah memberikan banyak insentif dan potongan harga untuk merangsang pembeli. Namun belum juga bisa menaikkan angka penjualan. Jumlah insentifnya bahkan mencapai sekitar US$ 3.814 per kendaraan, naik 13% sepanjang tahun ini.
Turunnya angka penjualan mobil ini, membuat saham-saham produsen kendaraan turun pada perdagangan di bursa saham Wall Street, Selasa (2/5/2017).
Dari laporan, saham Ford turun 4,3% dan saham GM turun 2,9%. (wdl/wdl)











































