Follow detikFinance
Kamis 01 Jun 2017, 16:24 WIB

Harga Garam Lagi Tinggi, Banyak Petani Panen Dini

Muhammad Rofiq - detikFinance
Harga Garam Lagi Tinggi, Banyak Petani Panen Dini Ilustrasi Foto: Muhammad Idris
Probolinggo - Petambak garam di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, tidak ingin momentum harga garam tinggi terlewatkan. Terbukti, banyak petambak garam yang memilih untuk panen dini. Tujuannya, mengejar harga garam yang tinggi.

Seperti halnya petambak di Desa kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, rela panen dini tambak garamnya. Demi mengejar keuntungan besar dengan menjual garam Rp 2.500 per kilogram.

Suparyono , Ketua Kelompok Tani Garam di Desa Kalibuntu saat ditemui mengatakan, dirinya dan petani garam lainnya terpaksa memanen garamnya, karena nilai garam yang masih tinggi. Sebab, saat ini harganya mencapai Rp 2.500 per kilogram. Karena itu, dirinya tidak berpikir panjang untuk panen dini.

"Panen dini kami menghasilkan sekitar 3 ton garam. Saya panen usia tambak 5-7 karena harganya sasat ini sangat tinggi, petani lainnya bisa menghasilkan 4-6 ton. Kalau sampai panen usia maksimal, hasil panen bisa dua kalinya panen dini," terangnya, Kamis (01/6/2017).

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Deddy Isfandi saat dikonfirmasi terpisah membenarkan, nilai harga garam yang naik melonjak tidak ingin terlewatkan sia-sia. Petambak garam saat ini, terus berusaha untuk memproduksi garam dan bahkan rela panen dini, untuk mengejar harga garam yang masih tinggi.

"Harga garam sekarang capai Rp 2.500 per kilogram dan baru kali ini harga garam sampai setinggi itu. sebelumnya paling tinggi hanya Rp 1.000 per kilogram," katanya kepada wartawan.

Tahun lalu dikatakan Deddy, produksi garam di Kabupaten Probolinggo hanya berkisar 8.436 ton. Itu merupakan hasil panen 54 kelompok petambak garam selama setahun kemarin dengan luas tambak total berkisar 320,8 hektar.

"Ketersediaan garam hasil panen tahun kemarin yang rendah, ternyata membuat nilai harga garam di tahun ini tinggi. Karena itu, petambak garam rela panen dini. Hasil produksi garam dari panen tahun ini masih belum terdata seluruhnya," jelas Dedy. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed