Menurut Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santoso mengatakan, setiap tahun lebaran memang memberikan rejeki tambahan bagi pusat perbelanjaan. Sebab tingkat konsumsi masyarakat meningkat drastis.
"Sebetulnya income per kapita naik, jadi daya beli masyarakat juga meningkat," ujarnya kepada detikFinance, Minggu (4/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya kata Handaka, penjualan di seluruh pusat perbelanjaan saat musim lebaran meningkat dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Dia juga yakin penjualan untuk musim lebaran tahun ini akan lebih tinggi dibanding musim lebaran di 2016.
"Mungkin bisa meningkat 10% dibanding bulan puasa tahun lalu," imbuhnya.
Sebab, kata Handoko, selain daya beli masyarakat yang meningkat, strategi pusat perbelanjaan untuk menjaring pembeli juga semakin atraktif. Seperti misalnya ajang Jakarta Great Sale 2017.
Ada 80 pusat perbelanjaan, 40 pasar tradisional dan 12 hotel yang ikut dalam festival tersebut. Dalam ajang tersebut, pusat perbelanjaan yang ikut berpartisipasi juga akan mengadakan midnight sale secara bergantian selama periode bulan puasa hingga Lebaran. (mkj/mkj)











































