Follow detikFinance
Senin 05 Jun 2017, 19:26 WIB

Dirut Baru Holding BUMN Perkebunan: Tahun Ini Harus Untung

Danang Sugianto - detikFinance
Dirut Baru Holding BUMN Perkebunan: Tahun Ini Harus Untung Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Dasuki Amsir terpilih menggantikan Elia Massa Manik untuk menjadi Direktur Utama Holding BUMN Perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. Elia sendiri didapuk menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Sejak dilantik pada 20 April 2017 lalu, Dasuki baru muncul kepermukaan untuk bertemu awak media. Saat perkenalan, dirinya bercerita tentang dia yang sudah cukup lama berpengalaman di PTPN dan BNI.

"Sebelumnya, saya dirut PTPN IV di Medan. Sebelumnya saya Direktur Keuangan di PTPN XII. Sebelum di PTPN XII dan saya 32 tahun di BNI. Jadi kalau nanya BNI lebih hafal dibanding perkebunan," tuturnya di Penang Bistro, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Dasuki mengatakan, saat ini dirinya hanya fokus untuk melanjutkan program-program yang telah dilakukan Elia saat memimpin Holding BUMN Perkebunan tersebut.

"Kita akan tetap melanjutkan program yang dibangun Pak Elia yaitu turn around programme yang telah beliau lakukan sejak di PTPN. Saya bergabung di PTPN tuh bulan oktober 2015. Jadi masuk PTPN duluan saya dengan pak Elia. Pak Massa April 2016 bergabung sebagai Dirut PTPN," imbuhnya.

Dasuki menjelaskan, turn around programme merupakan program yang mementingkan efisiensi di segala bidang. Hal itu demi meningkatkan kinerja perseroan.

"Jadi memberikan nilai tambah untuk kontribusi optimal kepada stakeholder juga meningkatkan daya saing dari sisi produksi. Kalau secara fokus perkebunan, saya pikir dari jaman dahulu sampai sekarang nggak ada yang berubah. Fokus perkebunan itu seperti biasa bagaimana meningkatkan produktivitas," imbuhnya.

Dasuki juga mengungkapkan, hingga April, Holding Perkebunan Nusantara menghasilkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 488 miliar. Angka itu tumbuh 181% dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang mengalami kerugian senilai Rp 604 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang peningkatan penjualan karena dampak meningkatnya produktivitas tanaman dan upaya efisiensi untuk menekan harga pokok serta didorong oleh kenaikan harga komoditas.

"Jadi pencapaian laba bersih konsolidasi sebesar Rp 488 miliar, bukan saja berkah dari kenaikan harga komoditas, namun dari hasil evaluasi kami perbaikan kinerja yang terjadi dikarenakan adanya perubahan budaya kerja dan efisiensi dalam operasional baik di on farm ataupun off farm," tukasanya.

Tahun ini pihaknya menargetkan meraup laba bersih sebesar Rp 650 miliar. "Pokoknya tahun ini PTPN harus untung," (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed