Follow detikFinance
Rabu 05 Jul 2017, 20:27 WIB

Pengusaha Garam Keluhkan Pasokan Bahan Baku Kurang

Tri Ispranoto - detikFinance
Pengusaha Garam Keluhkan Pasokan Bahan Baku Kurang Foto: dikhy sasra
Cirebon - Petani garam dan pelaku UMKM di Cirebon dan Indramayu mengeluhkan minimnya pasokan garam sejak setahun silam. Selain karena faktor alam, impor pemerintah juga dianggap tidak tepat saran.

Ketua Asosiasi Petani Garam Jabar, Muhammad Taufik mengatakan, sejak anomali cuaca yang terjadi pada tahun 2016 sontak mempengaruhi jumlah dan stok garam di Jabar khususnya Cirebon dan Indramayu.

Taufik menilai kebijakan pemerintah untuk melakukan impor 75 ribu ton garam sejak tahun lalu sama sekali tidak berpengaruh. Pasalnya persyaratan yang membelit membuat garam hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang dan cenderung dimonopoli.

"Kami petani dan pelaku UMKM yang merasakan, sekarang menjerit karena ketiadaan bahan baku," ujar Taufik saat ditemui wartawan di salah satu tempat makan di Kota Cirebon, Rabu (5/7/2017).

Menurut Taufik, PT Garam selaku pemegang kuasa atas garam impor seharusnya bisa memasok 10 ton untuk setiap satu UMKM. Namun kenyataannya persyaratan yang diajukan terlalu berbelit sehingga para petani dan pelaku usaha khususnya di Cirebon dan Indramayu belum pernah memperolehnya.

"Hampir 90 persen saat ini sudah gulung tikar karena kelangkaan bahan baku. Kami berharap pemerintah bisa memberi kemudahan agar kami bisa mendapatkan kuota garam secara mudah," katanya.

Selain merasa kesulitan, pihaknya juga menyesalkan permainan sejumlah oknum terhadap harga garam. Seharusnya, PT Garam menjual bahan baku Rp 1.100/kg namun kenyataannya sampai ke pengusaha tembus hingga Rp 2ribu/kg.

"Sudah langka, sekalinya ada itu mahal sekali. Tapi sampai sekarang kami di Cirebon dan Indramayu, dan mungkin seluruh Jabar belum pernah garam dari PT Garam," ucapnya.

Seharusnya, kata Taufik, Cirebon dan Indramayu bisa menjadi penyumbang utama produksi garam di Jabar. Dari total produksi sekitar 550 ribu ton, Cirebon dan Indramayu bisa menghasilkan 350 ribu ton.

"Tapi sejak Mei 2016 garam semakin langka. Dan sampai sekarang produksi kita nol, sampai banyak yang gulung tikar," tutup Taufik. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed