Follow detikFinance
Kamis 20 Jul 2017, 22:33 WIB

RI Kejar Swasembada Gula 2019, Begini Jurusnya

Muhammad Idris - detikFinance
RI Kejar Swasembada Gula 2019, Begini Jurusnya Foto: Muhammad Aminudin
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2019. Saat ini dari total kebutuhan gula konsumsi 3 juta ton per tahun, produksi di dalam negeri baru mencapai 2,5 ton.

"2019 itu swasembada (gula) konsumsi, saat ini target (produksi) kita 2,5 juta ton. Insya Allah bisa kita capai, 2019 bisa 3 juta ton lebih," kata Dirjen Perkebunan Kementan, Bambang, di acara Rakernas APTRI, Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Target swasembada tersebut bisa tercapai lewat pembangunan pabrik gula baru dan peremajaan pabrik gula lama, khususnya pabrik gula milik BUMN yang hampir semuanya peninggalan Belanda.


Selama ini lantaran mesin pabrik gula sudah tua, sehingga membuat tingkat rendemen gula sangat rendah, yakni rata-rata 6% saja.

Sebagai informasi, rendemen tebu adalah kadar kandungan gula di dalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen. Bila dikatakan rendemen tebu 10%, artinya dari 100 kg tebu yang digilingkan di Pabrik Gula akan diperoleh gula sebanyak 10 kg.

"3 juta lebih ini baik diupayakan melalui peningkatan produksi produktivitas kebun petani, yang saat ini juga dilakukan pengembangan lahan tebu baru bagi industri baru. Jadi sangat mungkin, Insya Allah bisa kita capai," ujar Bambang.


"Nah PTPN sudah punya komitmen merevitalisasi, tapi tidak semuanya, tapi bertahap. Jadi kita dukung pabrik yang akan di revitalisasi, ini kita sinergikan dengan petaninya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya, kalau toh sudah direvitalisasi tapi tidak tercukupi bahan bakunya, dia juga tetap rugi," tambahnya.

Sementara untuk pabrik gula baru hingga 2019 ditargetkan bisa bertambah sebanyak 11 pabrik. 4 pabrik gula baru di antaranya sudah terbangun di tahun ini yakni di Blora, Lamongan, Dompu, dan Lampung.

Sementara 7 pabrik gula baru lainnya direncanakan terbangun di Sumba Timur, Ogan Komering Ilir, Timor Tengah Selatan, Indramayu, Blitar, Kotawaringin, dan Timor Tengah Utara.


"Kalau tahun ini targetnya kita malah 2,5 juta ton bisa. Kemarin (2016) sebenarnya kita capai 2,3 juta ton. Tahun 2015 2,5 juta ton tapi pada waktu itu masih (luas lahan) sekitar 450.000 hektar, tapi tahun ini ada penurunan. Tahun 2018 targetnya 2,75 juta ton, 2019 produksinya bisa 3 juta ton lebih," terang Bambang. (idr/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed