Follow detikFinance
Senin 07 Aug 2017, 19:39 WIB

Tiga BUMN Kerja Sama Produksi Agar Tak Impor

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Tiga BUMN Kerja Sama Produksi Agar Tak Impor Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Jakarta - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Boma Bisma Indra (BBI) (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Barata Indonesia (Persero) kerja sama meningkatkan penggunaan kandungan lokal. Tujuannya, agar ketiga BUMN itu tak perlu mengimpor kebutuhan produksi, tapi bisa digarap di dalam negeri.

Komitmen sinergi ketiga BUMN tersebut tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU), yang masing-masing diwakili oleh, Direktur Utama Barata (Persero) Silmy Karim, Direktur Utama BBI, Rahman Sadikin, dan Direktur Utama Pindad Abraham Mose, dengan disaksikan langsung oleh Deputi BUMN bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno, di Kantor Kementerian BUMN, Senin (7/8/2017).

Lantas, bagaimana bentuk kerja sama ketiga BUMN?

"Contohnya macam-macam, Pindad punya kemampuan di generator, fasilitas itu sangat baik. Kita (Barata) penuhi dari Pindad. Ada juga sinergi di peralatan untuk munisi, Barata yang bikin sebagian. Karyawan BBI ada yang berlebih engineernya, ada yang kita tarik," ujar Dirut Barata, Silmy Karim, usai acara di Kementerian BUMN, Senin (7/8/2017).

Menurut Silmy, sinergi yang sudah dimulai sejak tahun lalu ini telah dirasakan manfaatnya dengan perolehan kontrak hingga 100% pada kuartal II-2017.

"Kalau saya lebih menekankan ke omzetnya. Perolehan kontrak di atas 100% sampai kuartal II ini. Kami sudah dapat Rp 1,5 triliun sampai kuartal II," kata Silmy.

Dirut BBI, Rahman Sadikin, menambahkan perolehan kontraknya hingga kuartal II-2017 ini sudah hampir 60% dari target perolehan kontrak hingga akhir tahun sekitar Rp 275 miliar.

"Dari BBI meningkat signifikan, hampir 60%, ini akibat sinergi, saling suport, BBI targetkan Rp 275 miliar tahun ini," terang Rahman.

Manfaat serupa juga dirasakan Pindad, Direktur Produk Bisnis Industrial PT Pindad Bobby A. Sumardiyat mengatakan, hingga kuartal II-2017 ini pihakny telah memperoleh kontrak Rp 2,9 triliun, dari target hingga akhir tahun Rp 3,1 triliun.

"Kalau Pindad, kita bicara kontrak Rp 2,9 triliun kontrak di tangan. Target setahun ini Rp 3,1 triliun," tutur Bobby. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed