Follow detikFinance
Selasa 08 Aug 2017, 18:00 WIB

80% Kebutuhan Susu RI Masih Impor, Ini Sebabnya

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
80% Kebutuhan Susu RI Masih Impor, Ini Sebabnya Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Produksi susu dari para peternak sapi perah lokal hingga saat ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan nasional. Menurut Sekretaris Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) wilayah Jawa Bara, Unang Sudarma, dari total kebutuhan susu nasional, produksi dalam negeri baru berhasil memenuhi sekitar 20%.

Dengan demikian, kebutuhan susu terpaksa dipenuhi dari hasil impor.

"Bahwa produksi susu lokal dari para peternak masih sedikit. Sehari itu kita rata-rata produksi 1,4 juta kg. Kebutuhan nasionalnya lebih besar, kita baru dapat (penuhi) 18-20%nya," ungkap Unang kepada detikFinance, di Ritz Carlton Jakarta, Selasa (8/8/2017).


Lantas, kenapa produsen lokal belum mampu memenuhi kebutuhan susu nasional? Unang mengatakan, pemenuhan produksi susu dalam negeri masih terkendala masalah lahan dan pakan.

"Kan kita enggak mungkin pelihara ternak tanpa lahan. Kalau pakannya sendiri saat ini peternak lebih banyak memanfaatkan hasil produksi pertanian, padahal yang bagus itu pakan rumput unggul dan legum (pakan sejenis kacang-kacangan) yang memiliki kualitas protein yang cukup tinggi," jelas Unang.

Menurutnya, para peternak masih kesulitan untuk mendapatkan pakan dengan kualitas unggul. Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah membuat pakan-pakan unggulan.


Begitu juga dengan penyediaan lahan, dirinya berharap agar pemerintah bisa menyewakan lahan milik negara untuk dimanfaatkan oleh para peternak. Dengan kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan hasil produksi susu nasional dapat meningkat.

"Makanya disini barangkali ada dukungan dari pihak pemerintah, mengenai kebijakan agar petani dan peternak bisa memiliki akses terhadap lahan dan pakan," kata Unang. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed