Dengan demikian, kebutuhan susu terpaksa dipenuhi dari hasil impor.
"Bahwa produksi susu lokal dari para peternak masih sedikit. Sehari itu kita rata-rata produksi 1,4 juta kg. Kebutuhan nasionalnya lebih besar, kita baru dapat (penuhi) 18-20%nya," ungkap Unang kepada detikFinance, di Ritz Carlton Jakarta, Selasa (8/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, kenapa produsen lokal belum mampu memenuhi kebutuhan susu nasional? Unang mengatakan, pemenuhan produksi susu dalam negeri masih terkendala masalah lahan dan pakan.
"Kan kita enggak mungkin pelihara ternak tanpa lahan. Kalau pakannya sendiri saat ini peternak lebih banyak memanfaatkan hasil produksi pertanian, padahal yang bagus itu pakan rumput unggul dan legum (pakan sejenis kacang-kacangan) yang memiliki kualitas protein yang cukup tinggi," jelas Unang.
Menurutnya, para peternak masih kesulitan untuk mendapatkan pakan dengan kualitas unggul. Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah membuat pakan-pakan unggulan.
Baca juga: 80% Kebutuhan Susu di Indonesia Masih Impor |
Begitu juga dengan penyediaan lahan, dirinya berharap agar pemerintah bisa menyewakan lahan milik negara untuk dimanfaatkan oleh para peternak. Dengan kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan hasil produksi susu nasional dapat meningkat.
"Makanya disini barangkali ada dukungan dari pihak pemerintah, mengenai kebijakan agar petani dan peternak bisa memiliki akses terhadap lahan dan pakan," kata Unang. (hns/hns)











































