Follow detikFinance
Selasa 08 Aug 2017, 19:39 WIB

Pengusaha Susu Minta Pemerintah Bantu Pakan Hingga Lahan Ternak

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Pengusaha Susu Minta Pemerintah Bantu Pakan Hingga Lahan Ternak Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pelaku usaha susu meminta pemerintah ikut membantu mendongkrak produksi nasional. Alasannya, Menurut Sekretaris Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) wilayah Jawa Barat, Unang Sudarma, dari total kebutuhan susu nasional, produksi dalam negeri baru berhasil memenuhi sekitar 20%.

Dengan demikian, kebutuhan susu terpaksa dipenuhi dari hasil impor.

"Bahwa produksi susu lokal dari para peternak masih sedikit. Sehari itu kita rata-rata produksi 1,4 juta kg. Kebutuhan nasionalnya lebih besar, kita baru dapat (penuhi) 18-20%nya," ungkap Unang kepada detikFinance, di Ritz Carlton Jakarta, Selasa (8/8/2017).


Ada permintaan pelaku usaha susu ke pemerintah. Pertama, mengembangkan jenis pakan dengan kualitas tinggi, untuk hasil susu yang lebih maksimal. Pasalnya hingga kini, peternak masih terpaku pada pakan dari hasil produksi pertanian, yang kualitasnya tidak sebaik pakan seperti rumput unggul, dan legum (sejenis kacang-kacangan)

"Peternak lebih banyak memanfaatkan hasil produksi pertanian, masih sedikit peternak yang menggunakan pakan ditanam secara langsung. Padahal kalau kita liat yang bagus jenis rumput unggul, atau legum yang memiliki kualitas protein yang cukup tinggi. Ini yang sedang dikembangkan oleh pemerintah dan itu bagus," kata Unang.


Kedua, soal penyediaan lahan. Unang berharap pemerintah bisa memberikan pengelolaan lahan milik negara untuk peternakan sapi perah. Pasalnya ketersediaan lahan akan sangat diperlukan untuk menambah populasi sapi guna meningkatkan produksi susu dalam negeri.

"Kan kita enggak mungkin pelihara ternak tanpa lahan. Misalnya seperti lahan milik negara yang disewa ke peternak," kata Unang.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed