Follow detikFinance
Rabu 09 Aug 2017, 14:55 WIB

Garam Langka Tak Ganggu Bisnis Indofood

Danang Sugianto - detikFinance
Garam Langka Tak Ganggu Bisnis Indofood Petani Garam. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
FOKUS BERITA RI Darurat Garam
Jakarta - Indonesia mengalami kelangkaan garam. Hal itu membuat harga garam meningkat sangat drastis. Namun PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) selaku produsen berbagai makanan dan minuman tidak mengeluhkan hal itu.

Direktur Indofood Sukses Makmur Frangky Welirang mengatakan, hingga saat ini perseroan tidak merasakan gangguan pasokan bahan baku garam. Sebab selama ini pasokan garam untuk industri masih aman.

"Garam yang kami butuhkan adalah garam untuk industri makanan. Itu berbeda, harus aman dan bersertifikat," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Franky menjelaskan, menurut kebijakan pemerintah pasokan garam untuk industri diperbolehkan untuk impor langsung. Hal itulah yang membuat kelangkaan garam tak mempengaruhi industri.

"Tapi yang diimpor tidak serta merta kita pakai, harus diolah dulu oleh perusahaan yang bersertifikat," imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut Franky, industri juga bisa menyerap garam lokal, tapi tetap harus diolah kembali untuk dimurnikan oleh perusahaan bersertifikat. Namun memang sebagian besar pasokan garam untuk industri dilakukan secara impor

"Harus diolah lagi. Kualitasnya berbeda. Apalagi kita harus mengekspor bumbu sampai US$ 100 juta. Tapi selama ini untuk industri terpenuhi kebutuhan garamnya," pungkasnya. (ang/ang)
FOKUS BERITA RI Darurat Garam
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed