Follow detikFinance
Jumat 11 Aug 2017, 15:45 WIB

Hore!! Harga Semen di Papua Turun dari Rp 2 Juta Jadi Rp 500 Ribu

Wilpret Siagian - detikFinance
Hore!! Harga Semen di Papua Turun dari Rp 2 Juta Jadi Rp 500 Ribu Foto: Wilpret Siagian
Puncak Jaya - Mahalnya harga semen di daerah pegunungan Papua seperti di kabupaten Puncak Jaya Papua, membuat biaya pembangunan tinggi. Namun mulai hari ini, Jumat (11/8/2017) pemerintah mengurangi disparitas harga semen di wilayah pegunungan Papua hingga menjadi Rp 500 ribu per sak ukuran 50 kg.

"Mulai hari ini pemerintah telah menetapkan harga semen untuk Puncak Jaya sebesar Rp 500 ribu per sak (berukuran 50 kg), yang sebelumnya seharga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per sak," ujar Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo saat acara launching harga semen Rp 500 ribu untuk pegunungan Papua di Mulia, Puncak Jaya, Papua, Jumat (11/8/2017).

Henock Ibo mengatakan, kalau dilihat, bangunan-bangunan di kota Mulia Puncak Jaya itu tidak ada bangunan bertingkat seperti yang ada di daerah lain, ini akibat mahalnya harga semen, sehingga konstruksi bangunan adalah dari kayu, termasuk bangunan kantor pemerintah daerah.

Tetapi hari ini pemerintah mengumumkan harga semen Rp 500 ribu per sak, tentu akan berdampak pada percepatan pembangunan infrastruktur di kabupaten ini.

"Pemerintah dan masyarakat Puncak Jaya memberikan penghargaan yang luar bisa kepada pemerintah Indonesia atas kebijakan yang dilakukan untuk membantu
keinginan masyarakat di Puncak Jaya untuk membangun," katanya.

Dia juga mengatakan, kalau kebijakan tol udara yang dibuat presiden Joko Widodo terbukti dapat menurunkan harga-harga kebutuhan pokok dan bahan bangunan hingga 200% di Puncak Jaya. Tol udara adalah program transportasi menggunakan pesawat udara yang biayanya disubsidi oleh pemerintah.

"Masyarakat selalu mengimpikan kapan ya kami bisa menikmati harga semen sama dengan di Jawa. itulah harapan masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Stratrgis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa secara prinsip pemerintah menginginkan seluruh masyarakat Indonesia di manapun berada mendapatkan pelayanan yang sama. Untuk itu pemerintah terus melakukan kebijakan untuk membantu rakyat.

Untuk mengurangi disparitas harga semen di Papua telah dilakukan sinergi Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelni (Persero), PT Pelindo IV (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero).

"Ini babak baru, pada Agustus ini pengiriman semen dengan harga terjangkau ke Papua tiba di Pelabuhan Timika kemudian diangkut ke daerah pegunungan menggunakan Hercules. Program ini menggunakan produk salah satu anak usaha Semen Indonesia yaitu Semen Tonasa, pengiriman perdana dari Makassar ke pelabuhan Timika dengan volume 312 ton. Sedangkan pengiriman semen dari Timika ke Wamena melibatkan TNI AU dengan pesawat Hercules-nya yang mampu memuat semen hingga 12 ton dengan satu kali penerbangan per minggu," katanya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed