Follow detikFinance
Sabtu 12 Aug 2017, 18:29 WIB

Industri Makanan dan Minuman RI Makin Tokcer

Michael Agustinus - detikFinance
Industri Makanan dan Minuman RI Makin Tokcer Foto: iStock/Foodbeast
Jakarta - Industri makanan dan minuman nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,19 persen pada triwulan II tahun 2017. Capaian tersebut turut berperan dalam kontribusi manufaktur andalan ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas yang mencapai 34,17%, tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

"Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 258,7 juta orang merupakan pasar yang sangat menjanjikan. Apabila para pelaku industri makanan dan minuman memanfaatkan potensi tersebut, maka akan tumbuh lebih baik lagi. Selain itu juga perlu membidik peluang pangsa ekspor," kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Panggah, industri makanan dan minuman nasional telah memiliki daya saing yang unggul di kancah internasional. Hal ini terlihat dari sumbangan nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-Juni 2017 mencapai US$ 15,4 miliar. Kinerja ini mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar US$ 4,8 miliar.

"Setelah melawati masa puasa dan lebaran, industri makanan dan minuman diharapkan dapat tumbuh lebih tinggi lagi. Salah satu langkahnya dengan mendorong pelaku usaha ini untuk menggunakan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)," tuturnya.

Panggah juga mengungkapkan, beberapa perusahaan makanan dan minuman baik yang skala besar maupun sedang telah berminat untuk mengembangkan bisnisnya dengan menanamkan investasi baru. Jika dilihat dari realisasi investasi industri makanan pada semester I tahun 2017 mencapai Rp 21,6 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar US$ 1,2 miliar. Capaian tersebut meningkat dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016 untuk PMDN mencapai Rp 16,6 triliun dan PMA sebesar US$ 988 juta.

"Selain berperan aktif dalam upaya penciptaan iklim investasi yang kondusif, Kemenperin juga terus memfasilitasi promosi produk industri makanan dan minuman nasional baik di dalam maupun luar negeri guna meningkatkan pertumbuhan industri strategis ini," papar Panggah.

Misalnya mengikutsertakan pada ajang Jakarta International Food Expo (JIFEX) 2017. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 10-12 Agustus 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta ini diikuti lebih dari 1.000 peserta. JIFEX 2017 menjadi one stop event bagi para stakeholders industri makanan dan minuman untuk membahas isu terkini, berbagi pengetahuan hingga mempromosikan produk dan mengembangkan networking. (mca/mca)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed