Follow detikFinance
Minggu, 20 Agu 2017 18:49 WIB

SMK Dapat Rp 500 Juta untuk Cetak Tenaga Siap Kerja

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Bagus Kurniawan Foto: Bagus Kurniawan
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta untuk setiap SMK untuk pengembangan pendidikan vokasi. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Hingga 2019 mendatang, Kementerian Perindustrian menargetkan ada 1.775 SMK ikut dalam pelatihan vokasi ini. Saat ini, ada 1.019 SMK yang sudah mengikuti program ini.

"Per SMK kita alokasikan Rp 500 juta. Kalau bisa sampai 2019 nanti ada 1.775 SMK yang nanti bisa link dan match (dengan kebutuhan industri)," kata Sekjen Kemenperin Haris Munandar dalam diskusi Forum Merdeka Barat di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Minggu (20/8/2017).

Haris menambahkan, alokasi dana tersebut khusus digunakan untuk membeli peralatan pendukung pelatihan. Dana tersebut tidak boleh digunakan untuk membangun gedung atau bahkan menambah ruangan.

"Hanya untuk beli alat. Kita enggak ada untuk gedung atau apa, ruangan enggak," ujar Haris.

Dana ini diberikan khusus kepada SMK yang dekat dengan kawasan industri di berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian diharapkan lulusan SMK bisa langsung diserap oleh industri sekitar.

"Yaitu SMK yang dekat dengan kawasan industri yang kita bangun, tapi enggak tertutup kemungkinan juga di luar Jawa," ujar Haris.

Guna menciptakan SDM industri yang terampil, Kemenperin pun membangun politeknik di beberapa kawasan industri, seperti di Morowali, Sulawesi Tengah yang dijadikan pusat pengembangan industri feronikel. Politeknik ini pun diminati banyak lulusan SMK yang ingin meningkatkan keahliannya.

"Kita dorong Politeknik Morowali sudah kita dirikan tahun ini. Kalau enggak salah yang daftar berapa banyak yang diterima tahap pertama 50 orang. Kita pasang grade yang tinggi dan enggak ada masalah," tutur Haris.

Di tahun ini, Kemenperin juga akan membuka dua politeknik lagi, antara lain Politeknik khusus furnitur di Kendal, Jawa Tengah dan Akademi Komunitas Industri Logam di Bantaeng, Sulawesi Selatan. (ara/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed