Follow detikFinance
Kamis 28 Sep 2017, 17:09 WIB

Cara RI Tangkis Kampanye Hitam Sawit di Eropa

- detikFinance
Cara RI Tangkis Kampanye Hitam Sawit di Eropa Foto: dok. GAPKI
Jakarta - Berbagai komoditas Indonesia tampil dalam Indonesia-France Business Forum yang berlangsung 25 September 2017 di Pavillon Dauphine, Paris. Dihadiri sekitar 100 orang dari 40 perusahaan (dari Indonesia dan Prancis).

Salah satu produk unggulan yang dibawa adalah kelapa sawit. Sekjen GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Togar Sitanggang mewakili BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) Sawit, wakil Sekjen Apkasindo, Rino Afrino, serta Profesor Yanto Santosa dari IPB turut hadir untuk menyampaikan pandangan mengenai aspek-aspek sosial, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Business Forum ini merupakan lanjutan Festival Colorful Indonesia, atau FCI 2017, yang diselenggarakan KBRI Paris tanggal 23-24 September 2017.

"Banyak kesalahan dalam pemahaman mengenai deforestasi yang mengakibatkan diskriminasi terhadap produk minyak sawit Indonesia," demikian disampaikan Togar Sitanggang, dalam keterangan tertulis KBRI Paris, Kamis (28/9/2017).

Banyak langkah yang telah dan sedang dilakukan Pemerintah Indonesia, didukung asosiasi dan pengusaha, untuk meningkatkan kapasitas sustainability sawit Indonesia.

"Dengan pemahaman yang baru, kami ingin para pelaku bisnis Prancis dan Eropa tartarik untuk meningkatkan investasinya di Indonesia pada sektor ini," tambah Togar.

Tercatat ekspor kelapa sawit Indonesia ke Prancis meningkat pada semester I-2017 sebanyak 35,4 ribu ton, lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun 2016, yaitu 16,5 ribu ton.

Atase Perdagangan KBRI Paris, Moga Simatupang, menyampaikan bahwa dalam sesi business one-on-one, potensi investasi diproyeksikan sekitar 70 Juta US$, terutama untuk industri pengolahan makanan dan pariwisata. Sedangkan untuk transaksi komoditas diperkirakan minimal 45 Juta US$, terutama untuk produk CPO yang dibutuhkan untuk bio-fuel oleh salah satu perusahaan swasta Prancis.

"Kami akan kawal agar komitmen ini dapat terealisasi," tutur Moga.

Selama FCI 2017, beragam produk Indonesia sukses mendapatkan perhatian, seperti kopi, teh, minyak sawit, kakao, herbal drink, dan rempah. Perusahaan-perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam business forum ini adalah PT Gunung Subur Sejahtera (teh dan palm oil), PT Sari Segar Husada (kelapa parut), PT Djarum Tbk (cigar), PT Lintang Qartiga Surakarta (kopi), CV Duta Java Tea Industri (Teh 2Tang), PT Kalla Kakao Industri (coklat), PT Sungai Budi (kopi dan coconut),

PT Kampung Kearifan (bumbu "Javara"), PT Adijaya Naturindo (teh, kopi, buah), dan ANXA Consulting. Sementara itu kementerian dan lembaga yang turut terlibat adalah BKPM, IIPC London, GAPKI (asosiasi kelapa sawit), Pemda Humbang Hasundutan (kerajinan, pariwisata, kopi), dan Pemda Toba Samosir (kerajinan, pariwisata).

Untuk melengkapi misi TTI (trade, tourism, investment), FCI 2017 juga mempersembahkan pertunjukan seni budaya Indonesia kepada 3000 orang pengunjung. Bertema "Danau Toba", warna warni kebudayaan, kuliner, dan fashion Indonesia, lewat karya desainer Oscar Lawalata, hadir di Pavillon Dauphine Paris. Adanya door prize tiket pesawat ke Jakarta dan Bali dari Turkish Airlines, Singapore Airlines, serta Garuda Indonesia pun menambah antusiasme pengunjung. (hns/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed