Follow detikFinance
Selasa 10 Oct 2017, 18:57 WIB

BUMN Ini Bikin Harga Semen Hingga Minyak Goreng di Papua Turun

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
BUMN Ini Bikin Harga Semen Hingga Minyak Goreng di Papua Turun Foto: Ari Saputra
Jakarta - Disparitas harga yang tinggi antara barat dengan timur menjadi persoalan yang harus dicari jalan keluarnya. Pasalnya, kondisi medan dan terbatasnya infrastruktur menjadi kendala membuat harga antara barat dan timur Indonesia setara atau bahkan lebih terjangkau.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) mendapatkan tugas dari Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membuat harga tiga bahan pokok, seperti gula, tepung terigu, minyak goreng, serta bahan bangunan semen menjadi lebih terjangkau.

Dalam penugasan tersebut, PPI memutar otak bagaimana pengiriman dilakukan dan membuat harga-harga tersebut tetap terjangkau masyarakat.

"Kita pikirkan bagaimana kirim barang pakai rute yang biaya relatif murah. Akhirnya diputuskan untuk pakai jalur Surabaya-Timika-Wamena-Puncak Jaya. Itu rute paling murah," kata Direktur Utama PPI Agus Andiyani di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Selain itu, PPI juga melakukan efisiensi dalam pengiriman bahan pangan dan bangunan tersebut. PPI menyesuaikan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal laut juga pesawat terbang.

"Kami coba lakukan penghematan sesuaikan moda transportasi kapal di Surabaya-Timika dibawa ke Bandara di Wamena jadwalnya disesuaikan kapal dan pesawatnya. Sampai di Wamena ke Puncak Jaya jalan darat kemudian barang langsung masuk toko-toko di sana," ujar Agus.

Saat ini, harga ketiga bahan pokok di Puncak Jaya, Papua lebih terjangkau. Harga gula pasir yang tadinya sebesar Rp 30.000-40.000 per kilogram (kg) kini menjadi Rp 21.750 per kg.

Selanjutnya harga minyak goreng yang tadinya Rp 31.000 per liter menjadi Rp 23.250 per liter, dan harga tepung terigu dari Rp 24.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg. Kemudian untuk harga semen yang tadinya satu sak Rp 2 juta, kini menjadi Rp 370.000 per sak.

Klaim tak rugi

Agus Andiyani menjamin perseroan tidak mengalami kerugian dengan adanya tugas tersebut. PPI masih mencatat keuntungan meski di bawah target.

"Jadi PPI kira-kira sekarang masih di bawah target sedikit, tapi tetap untung," tutur Agus. (ara/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed