Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Des 2017 20:25 WIB

Laporan dari Tokyo

21 Pengusaha RI Kunjungi Pabrik Soy Sauce di Jepang

Sudrajat - detikFinance
Foto: Sudrajat/detikcom Foto: Sudrajat/detikcom
Tokyo - Sebanyak 21 pengusaha Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda mengunjungi Chiba yang dikenal sebagai sentra industri Soy Sauce atau Shoyu (kecap asin). Selain untuk melihat proses pembuatan saus Jepang, yang paling utama adalah mencari celah kerja sama dengan mereka. Salah satu pabrik yang dikunjungi adalah Soy Sauce (Shoyu) di perfektur Chiba, Jepang, Kamis (30/11/2017).

"Kami ingin melihat barangkali ada peluang untuk dapat bekerja sama terkait pasokan bahan baku, misalnya," kata Arlinda saat diterima Kyosuke Iida, Presiden PT Chiba Shoyu.

Iida merespon baik hal itu. Dia mengungkapkan bahwa selama ini perusahaannya mendapatkan pasokan kedela sebagai bahan utama dari India, gandum dari Kanada sebagai produsen terbesar di dunia, dan garam didatangkan dari Australia.

"Wah berat, kalau itu sih semuanya kita juga masih impor," celetuk seorang pengusaha diiringi tawa kecil.

Rasa saus atau kecap Jepang yang asin ternyata sudah digemari masyarakat di Amerika sejak 1970. Saus umumnya digunakan untuk bumbu yakitori, sate khas Jepang dari daging ayam.

"Kini saus Jepang menjadi bumbu utama hampir dalam setiap menu makanan di Amerika, terutama untuk barbekyu," klaim Iida yang bisa sedikit berbahasa Indonesia karena pernah enam bulan tinggal di Yogyakarta dan Jakarta.

Meski peluang untuk menjalin kerja sama seperti diharapkan relatif tipis, tapi para pengusaha itu mendapatkan pengetahuan gratis, khususnya terkait proses produksi mulai dari fermentasi kedelai hingga pengisian ke dalam kemasan botol, dan pencucian filter. Apalagi rombongan tak cuma mendapat paparan pembuatan secara pabrikasi, tapi juga diajak melihat proses pembuatan secara tradisional yang khusus untuk konsumsi lokal.

Prosesnya jauh lebih lama karena benar-benar mengandalkan cuaca di sekitar ruangan. Tak heran bila harga jualnya bisa dua kali lebih mahal ketimbang pabrikan.

Di Jepang, Kikkoman adalah pembuat Shoyu terbesar dengan nilai penjualan per tahun sekitar 402 miliar yen, sementara Yamasa sekitar 60 miliar yen per tahun. (jat/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed