Follow detikFinance
Rabu 20 Dec 2017, 18:09 WIB

Industri di Cikarang Ini Berdayakan 40 Ha Lahan ke Petani

Muhammad Idris - detikFinance
Industri di Cikarang Ini Berdayakan 40 Ha Lahan ke Petani Foto: Direktur Jababeka Hyanto Wihadhi menerima penghargaan (Dok. Jababeka)
Cikarang - PT Jababeka Tbk meraih penganugerahan Program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Hijau 2017. Penghargaan tersebut didapat karena kawasan industri tersebut dianggap sudah menerapkan sistem produksi bersih, program keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat yang melebihi standar penilaian.

Direktur Jababeka, Hyanto Wihadhi menyampaikan, penghargaan Proper Hijau tak lepas upaya perusahaan dalam pengelolaan lingkungan sekitarnya, termasuk kepada masyarakat sekitar.

"Saya melihat dari 19 pemenang Proper Emas, program-programnya sudah dikerjakan oleh Jababeka Group. Namun mungkin belum sinergi antar unitnya sehingga yang tercatat hanya dari unit Jababeka infrastruktur saja," jelas Hyanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/12/2017).

"Contohnya kita punya 40 hektare memberdayakan petani yang dikerjakan oleh unit lain. Hal tersebut sebenarnya bisa masuk ke dalam Proper. Semoga tahun depan bisa dipertahankan lagi Proper Hijau dan lanjut tiga kali berturut-turut sehingga mendapat Proper Emas," tambahnya.

Bagi Jababeka, menurut Hyanto, ini kali ketiga menerima penganugerahan Proper. Sebelumnya pada 2009 dan 2011 lalu, kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tersebut juga menerima penghargaan yang sama.

Peserta Proper 2017 kali ini mencapai 2.000 perusahaan dari beberapa jenis industri. Tingkat ketaatan Proper tahun ini mencapai 92% atau meningkat 7% dari ketaatan peserta Proper tahun lalu.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya disaksikan oleh Wapres Jusuf Kalla (JK) kepada Hyanto dan pemimpin perusahaan lainnya yang juga turut mendapat penghargaan serupa di Istana Wapres, Jakarta, Senin (18/12/2017).

JK dalam pidatonya menyebut setidaknya ada 3 hal di dunia ini yang harus dilaksanakan apabila tidak ingin ada kemarahan publik.

"3 Hal tersebut yang pertama adalah demokratisasi, dimana kalau otoriter maka semua bangsa dan masyarakat akan marah. Kedua HAM, kalau melanggar HAM maka dunia akan menghukum. Yang ketiga lingkungan, dan ini menjadi perhatian dunia dimana-mana bagaimana kita memperbaiki lingkungan ini. Baik lingkungan di alam maupun di industri," ujar JK.

Diungkapkannya, indikator negara maju saat sekarang diukur dari seberapa jauh upaya pemerintahnya menjaga lingkungannya.

"Kalau zaman dulu tanda-tanda suatu negara maju ketika asap menjulang tinggi, negara dianggap maju kalau sungainya kotor karena pembuangan limbah. Sekarang itu terbalik semuanya, lingkungan yang baik akan menguntungkan semua pihak baik secara kehidupan maupun kesehatan. Dengan suatu disiplin yang baik, lingkungan bisa diatur. Ini hanya bisa dilakukan dengan ketaatan bersama," katanya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menuturkan banyak penilaian yang dilakukan kementeriannya dalam pemberian penghargaan Proper. Terutama kaitannya dengan kepatuhan perusahaan pada pengelolaan lingkungan.

"Penghargaan kepada dunia usaha, dilakukan evaluasi terhadap hal-hal berikut yaitu ketaatan peraturan pengelolaan lingkungan hidup, ketaatan ekosistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat non-B3 serta langkah-langkah pemberdayaan masyarakat," jelas Siti.

Dia memaparkan, ketaatan pada 1995 di awal Proper hanya sekitar 30%, sedangkan pada 2011 sekitar 70%, dan sekarang mencapai 92%. Parameter capaian Proper yang bisa dihitung selama 2 tahun terakhir (2016–2017) menunjukkan bahwa dana bergulir di masyarakat melalui program CSR mencapai Rp 7 triliun.

Kemudian penurunan emisi gas rumah kaca 33 juta ton CO2 equivalen, efisiensi air 492 juta meter kubik, penurunan emisi 75,7 juta ton CO2, penurunan emisi konvensional 135 juta ton, penurunan beban air limbah 535 juta ton, reduksi limbah padat non B3 11,6 juta ton, dan reduksi limbah B3 13 juta ton.

Peraih peringkat Proper 2017 secara berurutan dari yang terbaik adalah Emas sebanyak 19 perusahaan, kemudian peringkat Hijau 150 perusahaan, Biru 1.486 perusahaan, Merah 130 perusahaan, dan 1 perusahaan berperingkat Hitam, sedangkan 33 perusahaan lainnya sedang menjalani proses penegakan hukum dan tanah yang terkontaminasi.

Proper bertujuan untuk mendorong industri menerapkan prinsip ekonomi hijau. Kriteria penilaian kinerja sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3, dan limbah padat Non B3 serta mengurangi kesenjangan ekonomi dengan menerapkan program pemberdayaan masyarakat. (nwy/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed