Follow detikFinance
Sabtu 23 Dec 2017, 15:31 WIB

Strategi Pemda Jabar Jaga Kualitas Dunia Kopi Bandung

Niken Widya Yunita - detikFinance
Strategi Pemda Jabar Jaga Kualitas Dunia Kopi Bandung Foto: Pemprov Jabar gelar West Java Bandung Lautan Kopi
Jakarta - Kopi di Bandung seperti Arabika Java Preanger telah mendunia. Untuk tetap mempertahankan kualitas dunia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Perkebunan menggelar West Java Bandung Lautan Kopi.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Arief Santosa, mengatakan peningkatan permintaan kopi Arabika Java Preanger mesti dimanfaatkan peluangnya dengan peningkatan produktivitas dan mutu hasil.

"Peningkatan daya saing produk kopi harus diawali dengan penggunaan benih kopi unggul bermutu secara 6 tepat, yaitu tepat varietas/klon, jumlah, mutu, waktu, tempat/lokasi dan harga di tingkat pengguna, sesuai dengan ketentuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman," kata Arief dalam keterangan tertulis dari Pemprov Jabar, Sabtu (23/12/2017).

Hal itulah, lanjut Arief yang menjadi dasar digelarnya West Java Bandung Lautan Kopi, hari ini, di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung. Gelaran ini akan meningkatkan edukasi, sosialisasi, promosi, apresiasi manfaat minum kopi Arabika Java Preanger kepada masyarakat luas.

"Yang menarik akan ada event Brewing Kopi Bersama Gubernur Jawa Barat diikuti lebih dari 1.000 barista dan pecinta kopi seluruh Indonesia. Dari mulai Aceh, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Pulau Jawa untuk memperoleh world record," paparnya di Gedung Sate, Jumat (22/12/17).

Event brewing ini akan dirangkaikan dengan launching bantuan benih kopi dan indigofera, pengukuhan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Java Preanger, penyerahan tanda daftar varietas unggul lokal kopi kuning, kopi pucuk coklat, dan kopi pucuk hijau, penyerahan buku kopi road to Java dan teh parahyangan.

"Kami berharap West Java Bandung Lautan Kopi dapat menjadi salah satu event yang menstimulus Kopi Java Preanger tetap jaya di Pasar Dunia. Tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kopi Jawa Barat," katanya

Lebih jauh Arief menjelaskan, dalam mempertahankan kopi Jawa Barat kualitas dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah dan akan mendistribusikan bantuan benih kopi unggul bermutu dan bersertifikat kepada para petani hingga 10 juta benih. Hal ini dilakukan sejak 2014 sampai 2017.

Sasaran pada 2017 untuk penambahan luas kebun kopi arabika dengan penggunaan benih kopi sebanyak 5 juta pohon setara 2.000 hektare dengan jarak tanam 2 x 2 meter, meningkatkan penggunaan benih kopi arabika yang unggul bermutu dan bersertifikat di perkebunan sebanyak 2,4% dan meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu hasil kopi arabika di Jawa Barat rata-rata produksi kopi arabika Varietas Sigararutang 1.500 kg/ha.

"Di samping bantuan benih kopi, juga bantuan benih Indigofera sebanyak 200.000 pohon bagi peternak di Jawa Barat, dengan kandungan protein berkisar antara 27-31%, serat 13014%, tingkat kecernaan 75-78%. Hal ini sangat baik sebagai konsentrat hijauan baik sebagai pakan tunggal maupun pakan campuran," katanya.

Menurutnya, Indigofera dari segi teknis budidaya juga mudah dibudidayakan bahkan tahan kekeringan. Di samping berfungsi untuk konservasi sebagai penahan erosi dan memperbaiki struktur tanah. (nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed