Follow detikFinance
Kamis, 28 Des 2017 08:18 WIB

Gula Kelapa Banyumas Tembus Pasar Dunia

Sudrajat - detikFinance
Foto: Dok. Coco Sugar Indonesia (CSI) Foto: Dok. Coco Sugar Indonesia (CSI)
Jakarta - Bertahun-tahun wilayah Purwokerto dikenal sebagai sentra industri gula merah (coconut sugar). Sayang, kehidupan para penderas kelapa tak kunjung beranjak sejahtera karena mereka kesulitan memasarkan produknya. Para tengkulak pun cenderung lebih berkuasa dalam menentukan harga.

Semua itu mengusik kesadaran Amir Sudjono. Dia yang lahir dan besar di Purwokerto, serta punya bekal pendidikan memadai merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki kondisi para penderas di lingkungannya.

"Apalagi sejak lima tahun lalu juga muncul gerakan anti gula tebu di luar negeri sehingga menjadi momen yang pas untuk produk gula alternatif," kata Amir kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Dia adalah satu dari dua puluhan pengusaha yang mengikuti Misi Dagang Indonesia yang dipimpin Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita ke Jepang 27-30 November lalu.

Pada 2013, Amir mendirikan PT Coco Sugar Indonesia (CSI). Tapi agar produknya berbeda dari produk sejenis sekaligus bisa diterima pasar dunia yang sangat peduli dengan masalah kesehatan, dia khusus memproduksi gula merah organik. Untuk itu, kepada sekitar 1.500 mitra usahanya dia mensyaratkan agar pohon kelapa yang ditanam harus dipupuk secara organik.

Begitu pun dengan pembuangan hama tanaman harus secara mekanik, dan proses pembuatannya mengikuti standar organik.

"Letak pohon juga tidak boleh di area yang rawan kontaminasi seperti sawah, jalan raya, dan sungai," papar Insinyur Mesin dan Aerospace dari Cornell University, 2005 itu.

Untuk menguji keseriusan usahanya itu dia sengaja mengundang sejumlah lembaga sertifikasi dunia untuk menelitinya. Hasilnya, sembilan sertifikat diraih PT CSI yakni dari Organik JAS (Jepang), Amerika Serikat, Uni Eropa, GMO, Kosher, Paleo, Vegan, FDA Amerika, serta halal MUI.

"Kami perusahaan pertama di dunia di bidang coconut sugar yang mendapatkan sertifikasi FSCC 22000 untuk keamanan pangan. Ini sertifikat tertinggi di dunia," ujar Amir yang juga alumnus Fudan University Shanghai itu menegaskan.

Semua itu ditempuh demi mewujudkan ambisinya agar gula merah Banyumas bisa juga menembus negara-negara penghasil gula tebu terbesar di dunia. Untuk diketahui, saat ini 4 dari 5 negara penghasil gula tebu terbesar di dunia, yakni Brasil, China, India, dan Thailand sudah berhasil ditembusnya.

"Keberhasilan mengeskpor produk asli Banyumas ke negara-negara tersebut adalah suatu kebanggaan tersendiri, karena ketatnya proteksi impor dari negara-negara tersebut," kata Amir.

Untuk menjaga kualitas produksinya, dia membentuk tim ICS (Internal Control System). Mereka setiap hari terjun ke lapangan untuk memeriksa dan memberikan pembinaan, serta pendampingan kepada semua anggota. Semua penderas diberikan pelatihan tentang cara pertanian organik yang baik dan benar. Misalnya cara memupuk dengan konsep organik, hingga bagaimana meningkatkan kualitas dan produktivitas.

Gula Kelapa Banyumas Tembus Pasar DuniaFoto: Dok. Coco Sugar Indonesia (CSI)

"Kami juga membangun dapur komunal di desa-desa untuk mempertahankan kualitas produk yang standar," ujar Amir.

Dari sisi pemasaran, dia melanjutkan, edukasi pasar juga merupakan hal yang sangat penting. Sebab masih banyak orang yang tidak tahu manfaat gula kelapa.

"Ini merupakan tantangan dan peluang."

Wujud lain dari upayanya meningkatkan kesejahteraan para penderas kelapa, dia mengklaim membeli harga 30 persen lebih tinggi dari pasaran. Komitmen lainnya adalah pemberian tunjangan jika ada penderas yang mengalami kecelakaan kerja, dan memberikan asuransi khusus di luar BPJS.

"Di desa-desa binaan yang sulit air di musim kemarau, kami siapkan truk-truk air bersih," ujar Amir.

Selain itu, PT CSI juga berperan aktif dalam penyelenggaraan TK, SD, dan SMK Mulia Bakti hang berbahasa pengantar Indonesia, Inggris, dan Mandarin dengan biaya murah agar terjangkau masyarakat luas. Tiga bahasa itu, kata Amir, menjadi kunci bagi anak-anak Banyumas untuk bisa bersaing secara global. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed