Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Jan 2018 11:30 WIB

PTDI Diminta Produksi Pesawat yang Akrab dengan Langit Papua

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dony Indra Ramadhan Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator penerbangan nasional mendorong PT Dirgantara Indonesia (PTDI) agar mampu memproduksi dan memasarkan produk-produknya secara lebih progresif di pasar internasional.

Secara khusus, PTDI sebagai satu-satunya aircraft manufacturer di tanah air dan di ASEAN diharapkan bisa memproduksi pesawat-pesawat yang dibutuhkan untuk penerbangan nasional, yang mampu beroperasi di daerah seperti Papua yang daerahnya bergunung-gunung (mounteneous area), banyak bukit dan jurang terjal.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan, pesawat yang cocok untuk kondisi alam di Papua tersebut adalah pesawat yang mampu mengudara dan mendarat di landasan yang pendek.

Selain itu juga pesawat yang mempunyai stall speed rendah sehingga bisa terbang pelan dan melakukan manuver dengan baik di sela-sela tebing pegunungan di Papua.

"Pesawat N219 yang saat ini diproduksi PTDI adalah pesawat yang cocok untuk hal tersebut. Untuk itu kami akan mengawal dalam proses sertifikasinya sehingga pesawat tersebut menjadi handal dan bisa diproduksi massal. Dengan sertifikasi yang baik dari otoritas penerbangan yang diakui dunia, maka pesawat N219 tersebut nantinya juga akan bisa dipasarkan ke negara-negara yang membutuhkan dan mempunyai kondisi alam seperti Papua," kata Agus dalam keterangan resminya seperti dikutip detikFinance, Rabu (10/1/2018).

Untuk menerbangi Papua, selain dibutuhkan pesawat terbang yang lincah bisa bermaneuver, stall speed rendah, juga yang tidak kalah penting adalah peralatan navigasi yang advance. Semua itu dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Udara untuk menguatkan operator penerbangan di Indonesia dalam melayani accessibilitas Papua yang lebih berkelanjutan.

"Sebagai regulator, kita biasa mengenal 3A operator yaitu Airport, Airlines dan Air Navigations. Di Indonesia, sekarang ditambah A satu lagi yaitu aircraft manufacturer. Untuk itu kami juga akan membantu, mengawasi dan membina aircraft manufacturer ini agar bisa berkembang dan memberikan kontribusi lebih banyak bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Ditjen Perhubungan Udara juga berjanji akan memberikan dorongan teknis percepatan sertifikasi kepada PTDI. Dorongan teknis tersebut misalnya bantuan teknis sertifikasi disain, type, sampai produk sesuai aturan-aturan penerbangan internasional (Annexes ICAO) dan nasional CASR serta membantu dalam hal pemasaran ke negara-negara sahabat Indonesia melalui Bilateral Airworthines Recognition ataupun Bilateral Airworthiness Agreement.

"Kami akan memberikan dorongan teknis agar PTDI mampu lebih progresif dalam penetrasi pasar dunia. Misalnya saja bulan lalu kami sudah melakukan pembicaraan dengan otoritas penerbangan Meksiko, di mana negara tersebut sudah banyak memakai pesawat jenis CN-235 dan NC-212 dan akan membeli lebih banyak lagi pesawat type tersebut. Namun mereka masih terkendala masalah sparepart maupun component. Untuk itu kami mendorong PTDI untuk juga memproduksi sparepart maupun component pesawat-pesawat tersebut sehingga pemasarannya bisa lebih bagus," ujar Agus.

Selain itu, Agus mengatakan akan menggelar Trans Udara Papua untuk memperlancar konektivitas di langit Papua. Istilah Trans Udara Papua diambil dari similaritas jalan Trans Papua yang dibangun atas instruksi presiden terhadap jalan raya yang membelah Papua oleh kementerian PUPR.

"Trans Udara Papua ini ditempuh dengan cara memasang peralatan navigasi advance di 109 bandar udara yang tersebar di kedua provinsi Papua, sehingga panduan pesawat terbang yang menjelajahi Papua akan lebih smooth dan accessibility penerbangan di Papua akan lebih mudah terjangkau mirip seperti di wilayah daratan pulau Indonesia lainnya," tukas Agus. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed