Follow detikFinance
Jumat 09 Feb 2018, 15:45 WIB

Produksi Kakao di RI Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Trio Hamdani - detikFinance
Produksi Kakao di RI Masih Rendah, Ini Penyebabnya Foto: Erliana Riady/detikcom
Jakarta - Pemerintah menyadari produksi kakao Indonesia masih rendah. Deputi II Bidang Pertanian dan Pangan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdalifah, mengatakan ada beragam sebab.

"Mungkin karena banyak hama. (Selain itu) tanaman kita kan memang sudah tua," katanya ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).

Meski pohon-pohonnya sudah tua, petani kakao di Indonesia masih belum berpikir ke arah replanting atau peremajaan tanaman. Padahal jika sudah menginjak usia lanjut, produksi kakao akan turun.

"Selama tanaman mereka masih berproduksi mereka tidak berpikir direplanting. Kan seberapa pun kan masyarakat kita orangnya sangat humble (rendah hati) ya, pokoknya ada produksi cukup tidak pernah merasa tidak puas," ujarnya.


"Dia punya pohon ada produksinya, bisa menghasilkan, dia merasa memang itu rejeki saya, sehingga effort (usaha) membangun lebih baik atau perbaiki tanaman, itu kalau tidak diberi contoh memang kurang," lanjutnya.

Makanya, pemerintah merasa perlu menyediakan rujukan bagi petani kakao untuk bertani secara lebih profesional. Karenanya, hari ini Pemerintah meluncurkan buku Kurikulum Nasional dan Modul Pelatihan Budi Daya Berkelanjutan dan Pasca Panen Kakao sebagai rujukan bagi petani kakao.

"Makanya kan kita ada bikin launching buku karena memang untuk berikan informasi menyeluruh bahwa sebenarnya kebun kakao mereka bisa lebih bagus kalau seperti yang ada di buku," terangnya.

Dia tidak memegang data pasti, namun kata dia, produksi kakao Indonesia pada 2017 hanya menyentuh 400 ribu ton. Sementara kapasitas industrinya 800 ribu ton.

"Kalau data saya tidak tahu persis karena kan Menteri Pertanian. Kenyataannya industri kita kapasitasnya turun sekali tahun ini jadi kita perlu lihat kembali kenapa produksi kakao kita belum bisa penuhi kapasitas industri yang sudah kita bangun," tambahnya.


Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Soetanto Abdoellah menambahkan. Faktor cuaca menurutnya turut berpengaruh dalam menurunkan produksi kakao.

"Masalah iklim juga belum baik, masih basah, hujan banyak, banjir, itu yang masalah. Kalau banyak hujan kakao bunganya tidak jadi, kalau jadi buah pun buahnya busuk," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed