Follow detikFinance
Kamis, 15 Feb 2018 10:54 WIB

Harga Batu-bara Naik, Perusahaan Ini Pede Penjualan Moncer

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Kenaikan komoditas batu bara membawa berkah besar bagi perusahaan produsen batu bara salah satunya PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. Perusahaan yang baru saja mencatatkan sahamnya di pasar modal ini yakni penjualan akan meningkat 2 kali lipat tahun ini.

Direktur Borneo Olah Sarana Sukses, Widodo Nurly Sumady mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan tahun ini sebesar US$ 60 juta atau setara Rp 810 miliar. Angka tersebut meningkat 2 kali lipat dibanding perkiraan penjualan 2017.

"Target penjualan US$ 60 juta itu dengan margin laba 25%. Minimum itu 2 kali lipat dari pendapatan 2017," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Target pendapatan tersebut berdasarkan perkiraan harga batu bara di level US$ 90 per ton. Sementara saat ini harga batu bara sudah menembus level US$ 100 per ton.

"Kita bahkan bisa jual di US$ 105 juta. Jadi itu dasarnya mengapa penjualan bisa meningkat," tambahnya.

Sementara untuk tahun ini perseroan berharap bisa meningkatkan produksi batu bara sekitar 870 ribu ton. Angka itu hampir 3 kali lipat dari produksi batu bara perseroan tahun ini sekitar 200-300 ribu ton.

"Produksi akan meningkat 3 kali lipat karena ada rencana buka area baru di garap PT Pratama Buana Sentosa. Going operationnya pertengahan tahun ini," tambahnya.

Dari produksi tersebut sekitar 50% akan dijual di dalam negeri, yang mana akan diserap oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Sementara setengahnya akan dijual ke Jepang.

"Market Jepang itu paling berani bayar premium. Kalau kita masuk ke Jepang kita bisa jual di atas HBA (Harga Batubara Acuan)," kata Widodo. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed