Follow detikFinance
Senin, 12 Mar 2018 18:12 WIB

Berselisih dengan Karyawan, Pabrik Teh Sosro Setop Produksi

Enggran Eko Budianto - detikFinance
Foto: Enggran Eko Budianto Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - PT Sinar Sosro di Desa Awang-awang, Mojosari, Mojokerto sejak pagi tadi berhenti berproduksi. Pabrik minuman berbahan teh ini sedang berselisih dengan sejumlah karyawan.

Pantauan detikFinance di lokasi, puluhan karyawan PT Sinar Sosro nampak berjaga di pintu masuk pabrik. Mereka menghadang semua karyawan yang akan masuk untuk bekerja. Praktis pabrik yang terkenal dengan produk Teh Botol Sosro ini berhenti berproduksi.

Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri FSPMI Kabupaten Mojokerto Eka Hernawati mengatakan, persoalan ini dipicu adanya 10 karyawan yang membentuk serikat pekerja bagian dari FSPMI di pabrik tersebut pada November 2017. Mereka adalah Agung Dwi Prastyo dkk.

Sementara PT Sinar Sosro sejak awal melarang adanya serikat pekerja. Sebagai sanksinya, 10 karyawan tersebut dimutasi ke Minahasa, Sulawesi Utara.

"Larangan membentuk serikat pekerja menurut saya terkait pelaksanaan hak atas pesangon yang tidak ada, saat karyawan di-PHK hanya diberi 15% dari total pesangon. Juga ada indikasi perusahaan ini akan mengalihkan sistem karyawan tetap ke sistem outsourcing, sudah ada beberapa karyawan dimasukkan outsourcing," kata Eka kepada detikFinance di lokasi, Senin (12/3/2018).

Berselisih dengan Karyawan, Pabrik Teh Sosro Setop ProduksiFoto: Enggran Eko Budianto

Sanksi mutasi tersebut, lanjut Eka, rupanya diterima oleh Agung dkk. Hanya saja, mereka menuntut hak-hak atas mutasi.

Meliputi perusahaan tak mengurangi upah selama di Minahasa, transportasi pulang-pergi (PP) tiap bulan, transportasi dari kontrakan ke perusahaan, serta fasilitas kontrakan dan biaya makan selama di Minahasa. Namun, permintaan 10 karyawan tersebut tak digubris oleh PT Sinar Sosro.

"Perusahaan membuat kebijakan kalau tak mau dimutasi, 10 karyawan ini diminta mundur dari PT Sinar Sosro dengan kompensasi hanya 15% dari total pesangon. Tanggal 6 Februari 2018, mereka (Agung dkk) mendapat surat skorsing menuju PHK. Hal ini membuat kami geram," ujar wanita berhijab ini.

Berselisih dengan Karyawan, Pabrik Teh Sosro Setop ProduksiFoto: Enggran Eko Budianto

Agar hak Agung dkk tak terabaikan, kata Eka, pihaknya menggelar tiga kali perundingan. Baik dengan perusahaan maupun secara tripartit melibatkan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto.

Namun, perundingan tersebut tak kunjung mencapai kesepakatan. Bahkan, surat somasi dilayangkan ke PT Sinar Sosro.

"Maka kami menggelar unjuk rasa dan mogok kerja. Yang ikut mogok kerja 50 orang dari total sekitar 180 karyawan termasuk outsourcing. Tanggal 1-3 Maret, lanjut tanggal 5-10 Maret," ungkapnya.

Bukannya memenuhi tuntutan para karyawan, menurut Eka, PT Sinar Sosro justru menghentikan proses produksi. Keputusan pabrik teh ini tertuang dalam surat No 013/SSMJO/E/III/2018.

Surat tertanggal 1 Maret 2018 ini ditandatangani General Manajer PT Sinar Sosro Pabrik Mojokerto Hardjianto Hadiwidjojo. Di dalam surat ini, pihak manajemen menyatakan menutup perusahaan (lock out) mulai 12 Maret 2018 hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

"Ini yang kami sayangkan. Saat karyawan mau bekerja seperti semula, perusahaan justru lock out. Indikasinya perusahaan membenturkan kami dengan karyawan lain (non anggota serikat pekerja)," terangnya.

Adanya surat lock out tersebut, tambah Eka, memaksa puluhan karyawan yang pro serikat pekerja melakukan pengamanan aset. Sejak pukul 06.00 WIB hingga petang ini, mereka berjaga di depan perusahaan untuk menghadang karyawan lain yang akan bekerja.

"Jadi, bukan kami yang menutup perusahaan, tapi perusahaan sendiri yang menghentikan produksinya," jelasnya.

Eka menuturkan, lock out PT Sinar Sosro ini bersifat sementara. Pasalnya, hari ini telah tercapai kesepakatan antara karyawan dengan manajemen perusahaan untuk kembali beroperasi pada Rabu (14/3). Pabrik teh ini menerima adanya serikat pekerja.

Hanya saja, Agung dkk menjadi korbannya. Mereka terpaksa kehilangan pekerjaannya di PT Sinar Sosro setelah manajemen menolak memperkerjakan mereka kembali.

"Kami upayakan mereka mendapat pekerjaan di perusahaan lain. Di PT Sinar Sosro, mereka di-PHK sesuai aturan, akan menerima pesangon," tandasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed