Follow detikFinance
Rabu, 04 Apr 2018 11:55 WIB

Menperin Bicara Peluang Kerja Baru di Tengah Serbuan Robot

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Airlangga Hartarto. (Andhika Prasetia/detikcom). Foto: Airlangga Hartarto. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Revolusi industri generasi ke-empat atau 4.0 dinilai bisa mengurangi jumlah tenaga kerja dan digantikan oleh mesin dan teknologi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tak percaya dengan hal itu, dia percaya revolusi itu banyak menciptakan lapangan kerja.

Sama halnya dengan Jokowi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa industri 4.0 bakal menciptakan peluang baru dalam menciptakan lapangan kerja. Peranan manusia tak akan sepenuhnya tergantikan oleh mesin dan teknologi seperti robot.

"Kalau tenaga kerja itu meng-create oportunity baru, jadi di belakang robot itu banyak tenaga kerja yang mengoperasikan," kata Airlangga di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).



Airlangga menjelaskan bahwa nantinya manusia bakal mengoperasikan sistem terhadap robot-robot tersebut. Hal itu tentunya bisa membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat.

"Jadi untuk memaintenance yang lain sehingga ada retraining dan rescaling, jumlah tenaga kerja terbuka tetapi kesempatannya untuk yang memiliki keterampilan berbeda nah di situ tugas pemerintah untuk training," katanya.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan dalam mepersiapkan itu, pemerintah bakal memberikan program pelatihan kepada para pekerja untuk bisa meningkatkan kemampuan hingga lebih kompetitif. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan program tersebut.

"Jadi kita punya program dosebut Skill for Competence jadi kompetensi dinaikkan dengan keterampilan," katanya.

(fdl/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed