Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 04 Mei 2018 17:46 WIB

Industri Pulp dan Kertas Diusulkan Dapat Insentif Pajak

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Industri pulp dan kertas Indonesia diusulkan mendapatkan insentif pajak berupa tax holiday. Pasalnya, sektor ini dinilai punya potensi besar kontribusinya pada ekonomi.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian soal usulan ini.

"Kami sudah mengirimkan surat ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinasi Perekonomian untuk memasukkan industri pulp and paper," kata Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto, Jumat (4/5/2018).


Terpisah, Ketua Asosisasi Industri Pulp dan Kertas (APKI) Aryan Warga Dalam mengatakan, industri pulp dan kertas masih banyak menghadapi tantangan, di antaranya ketersediiaan bahan baku kertas daur ulang dalam negeri sesuai dengan kualitas yang diperlukan masih terbatas sehingga harus diimpor.

"Akan tetapi impor kertas daur ulang membutuhkan biaya verifikasi yang cukup tinggi. Biaya ekonomi tinggi juga terjadi pada pemenuhan kebutuhan energi di mana harga gas, batu bara, dan listrik sangatlah tinggi," kata Aryan.

Dia juga berharap ada bantuan dari pemerintah berupa skema pembiayaan dan penjaminan sektor industri.

"Di samping itu jika ada skema penjaminan dan pembiayaan yang pasti maka hal tersebut akan membantu industri pulp dan kertas untuk melakukan restrukturisasi mesin," tuturnya.



Industri pulp dan kertas memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 0,71% dan devisa negara sebesar US$ 5,7 miliar pada tahun 2017. Devisa tersebut diperoleh dari kegiatan ekspor pulp sebesar US$ 2,2 miliar ke beberapa negara tujuan utama yaitu diantaranya China, Korea, India, Bangladesh dan Jepang serta ekspor kertas sebesar US$ 3,6 miliar ke negara Jepang, Amerika, Malaysia, Vietnam, serta China.

Berdasarkan kinerja ekspor tersebut industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp peringkat ketiga untuk ekspor produk kehutanan terbesar pada tahun 2011-2017.

Saat ini Industri Pulp Indonesia menempati peringkat ke 10 dunia dan Industri Kertas menempati peringkat ke 6 Dunia. Adapun di Asia Industri pulp Indonesia peringkat Ketiga dan dan Industri kertas Indonesia peringkat keempat setelah China, Jepang dan India.

Dalam rangka meningkatkan ekspor dengan Negara Tradisional Market maupun dengan Non Tradisional Market maka telah dibentuk berbagai skema perjanjian perdagangan yaitu Indonesia-Australia CEPA, Indonesia-Chile FTA, ASEAN-China FTA, ASEAN-Jepang CEPA, dll. (zlf/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed