Follow detikFinance
Selasa, 22 Mei 2018 16:29 WIB

China Mau Tampung Sawit RI, Eksportir Diminta Segera Garap

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: dok. GAPKI Foto: dok. GAPKI
Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menyatakan China sudah berkomitmen meningkatkan impor sawit dari Indonesia sebanyak 500.000 ton. Pihaknya meminta eksportir di Indonesia segera menindaklanjuti.

"Itu sudah komitmen antar pemerintah (China dan Indonesia) yang disampaikan kepada presiden, sehingga sekarang tindaklanjutnya, ya para pelaku ekspor harus segera menghubungi importir di sana untuk merealisasikan itu," katanya kepada detikFinance, Senin kemarin (21/5/2018).

Dalam hal ini, kata Oke, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag turut terlibat. Sementara pihaknya memastikan dari sisi kebijakannya.


"Kalau saya kan kebijakannya. Kalau dari saya keluar berbagai kebijakan itu. Pengembangan ekspornya yang nanti tindaklanjuti, apakah mereka akan memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha antara China dan Indonesia," lanjutnya.

Ditjen Perdagangan Luar Negeri sendiri, kata Oke akan berupaya agar di tingkat kebijakan tidak menghambat.

"Permasalahannya dimana kita sampaikan dan itu akhirnya akan ditindaklanjuti dengan mutual recognition, dan itu dari tingkat kebijakan kita. Kita akan kawal Kementerian Pertanian mempertemukan karantina di China dengan Karantina di sini untuk saling mengakui sertifikasinya," tambahnya.


Untuk diketahui, China menyanggupi peningkatan impor 500.000 ton sawit Indonesia setelah pertemuan antara Presiden Jokowi dan PM China Li Keqiang, Senin (7/5/2018).

"Secara khusus PM Li Keqiang menyanggupi bentuk peningkatan ekspor kita, tambahan minimal 500 ribu ton minyak kelapa sawit ke Tiongkok," ucap Jokowi (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed