Follow detikFinance
Selasa, 26 Jun 2018 15:24 WIB

Sudah Bisa Ekspor, RI Tak Boleh Beli Bus Bekas

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Khairul Imam Ghozali Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Industri karoseri Indonesia kian maju. Hal itu ditandai dengan minat asing mengimpor produk Indonesia. Pabrik Karoseri CV Laksana yang bermarkas di Ungaran, Jawa Tengah bakal mengekspor 1.034 bus ke Bangladesh.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto mengatakan industri karoseri Indonesia, khususnya kendaraan komersial seperti bus memang sudah maju.

"Kalau karoseri di Indonesia, memang kita kendaraan kan memang industri karoseri kita maju untuk pembuatan bus dan sebagainya," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (26/6/2018).


Kemenperin, kata dia pun mendorong industri karoseri dalam negeri semakin mandiri. Caranya dengan menyetop impor kendaraan bekas ke Indonesia.

"Kita nggak kasih barang bekas masuk ke dalam negeri sehingga kan industri bisa tumbuh, terus di dalam negeri komponen ditambah. Karena kalau kapasitasnya nambah berarti dia akan bisa melakukan lokalisasi di dalam negeri" jelasnya.

Ditambah, kini industri karoseri di Indonesia sudah berkembang cukup pesat.

"Pertumbuhan (karoseri) komersial car cukup signifikan, dalam negeri cukup bagus. Cuma angkanya saya lupa persisnya," ujarnya.


Selain itu, prospek industri karoseri di dalam negeri disebutnya positif. Bukan hanya bus, truk pun demikian

"Mengenai prospek memang kan rata rata industri di dalam negeri, misalnya kayak Mercedez bikin kendaraan truk, memang karoserinya yang bangun di beberapa karoseri yang ada dikerjakan di dalam negeri untuk kebutuhan," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed