Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Jul 2018 21:38 WIB

KEIN: Industrialisasi Desa Mendesak!

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Wakil Ketua KEIN Arief Budimanta (Foto: Raras Prawitaningrum) Foto: Wakil Ketua KEIN Arief Budimanta (Foto: Raras Prawitaningrum)
Jakarta - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta, mengapresiasi pencapaian presentase penduduk miskin pada Maret 2018 yang turun menjadi 9,82%, atau terendah sepanjang sejarah. Kendati demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh pemerintah sebagai upaya pengentasan kemiskinan.

Dia mengatakan tujuan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan, menunjukkan progres yang positif. Salah satu penyumbang turunnya angka kemiskinan adalah upaya pemerintah dalam menjaga besaran inflasi.

"Angka inflasi tahunan per Maret 2018 yang hanya sebesar 3,4% lebih rendah dibandingkan dengan inflasi tahunan Maret 2017 sebesar 3,61%, membuktikan pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga dan ini merupakan sentimen yang baik untuk menjaga daya beli masyarakat," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/7/2018).

Namun begitu, sambung Arif, pemerintah jangan terlena dengan capaian tersebut. Pasalnya, bantuan sosial tunai dari pemerintah yang tumbuh 87,6% pada kuartal I/2018, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I/2017 yang hanya tumbuh 3,39%, menjadi salah satu pemicunya.

Program Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada pada tiga bulan pertama tahun ini telah tersalurkan sesuai jadwal. Berdasarkan data Bulog, realisasi distribusi bantuan sosial Program Beras Sejahtera (Rastra) pada Januari 2018 sebesar 99,65%, pada Februari 2018 sebesar 99,66%, dan pada Maret 2018 sebesar 99,62%.


"Jadi penurunan kemiskinan ini tidak bersifat fundamental, akan tetapi orang-orang miskin justru tertolong dari bantuan sosial pemerintah dan stabilisasi harga, dan ini bukan cara terbaik untuk mengentaskan kemiskinan," ucapnya.

Arif menyampaikan strategi jitu untuk mengeluarkan penduduk dari garis kemiskinan adalah dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan upah yang layak.
Lebih lanjut Arif menyoroti tingginya presentase jumlah penduduk miskin di perdesaan yang mencapai 13,2% pada periode September 2017-Maret 2018. Besaran tersebut hampir dua kali lipat dari presentase jumlah penduduk miskin di perkotaan sebesar 7,02%.

Dengan demikian, pemerintah perlu melakukan terobosan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di perdesaan yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga jumlah penduduk miskin bisa semakin merosot.

"Salah satunya adalah dengan memaksimalkan program Dana Desa. Program tersebut harus bisa menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian perdesaan," jelasnya.


Lapangan pekerjaan itu, kata dia, dapat diciptakan misalnya dengan melakukan industrialisasi di perdesaan. Moderenisasi di sektor pertanian bisa menjadi pilihan. Petani tidak lagi hanya fokus pada hulu akan tetapi juga sampai dengan hilirisasi.

"Jadi tidak hanya fokus pada bibit saja, akan tetapi perlu adanya standarisasi mutu tanaman hingga pemasaran sehingga tercipta value added dan tentunya lapangan pekerjaan yang semakin banyak," tutupnya. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed