Follow detikFinance
Selasa, 31 Jul 2018 18:32 WIB

Agar Pasokan Petani Terserap, Pemerintah Kaji Ulang Kebutuhan Gula

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Dina Rayanti-detikFinance Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Jakarta - Pemerintah mengkaji ulang tentang kebutuhan gula konsumsi. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan kajian tersebut untuk mengatasi persoalan yang terjadi, di mana produksi gula petani surplus, tapi tidak terserap.

Budi ingin peristiwa seperti itu tidak terulang kembali.


"Kemarin ini kenapa gula tidak terserap, sampai ada yang lebih berarti kan ada yang salah. Nah, ini lagi dibahas (angka kebutuhan) lagi biar nggak terulang," kata Budi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

"Kita menghitung produksi kita dalam negeri dengan kebutuhannya gula konsumsi itu sama kebutuhan kekurangannya itu berapa. Sehingga kita bisa tahu persis kalau mau impor itu impor gula konsumsi itu berapa banyak," sambung pria yang akrab disapa Buwas itu.


Menurut Buwas, Bulog telah menyerap gula petani yang tidak laku sebanyak 20.000 ton.

"Itu kan yang sudah siap kita serap ya (20.000 ton), tapi kan jumlahnya yang di lapangan kita kan 600 ribu," sambung dia.

Sementara itu, pihaknya belum bisa melakukan penyerapan gula petani kembali. Sebab ia mesti menunggu angka pasti kebutuhan gula dalam negeri. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed