Follow detikFinance
Kamis, 09 Agu 2018 22:00 WIB

Industri Makanan Wajib Tanam Bawang Putih, Ini Alasannya

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Kementerian Pertanian terus berupaya mendorong peningkatan produksi bawang putih di dalam negeri. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menargetkan tahun 2021 Indonesia sudah bisa tercapai swasembada bawang putih.

Untuk mewujudkan hal itu, Kementan mendorong industri makanan agar menanam bawang putih.

"Importir umum maupun pelaku usaha industri makanan yang selama ini mengimpor bawang putih, kita rangkul bersama-sama menyukseskan program ini", ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (9/8/2018).


Hal itu diungkap Prihasto saat mengecek gudang persediaan bawang putih milik Wings Food Group di Gresik, Jawa Timur, Rabu (8/8).

"Sesuai ketentuan Permentan 38/2017 dan Permentan 24/2018, importir baik umum maupun industri diwajibkan menanam dan memproduksi bawang putih di dalam negeri sekurang-kurangnya 5% dari volume pengajuan RIPH," sambung dia.

Prihasto menjelaskan importir bisa bermitra dengan kelompok tani yang terdaftar di dinas pertanian kabupaten untuk menanam bawang putih. Menurutnya, Kementan berupaya memastikan para importir maupun industri yang mengimpor bawang, mematuhi peraturan wajib tanam dan wajib berproduksi.

"Wings Food Group mengimpor bawang putih dalam jumlah yang besar. ini perlu kami pantau dan bina agar sesuai ketentuan", ungkapnya.

Managing Director Wings Group, Stevanus, mengungkapkan kebutuhan bahan baku pendukung industri mie instan dan makanan olahan di Gresik cukup besar dengan mengolah 430 bahan mie.

"Pabrik kami yang di Gresik tiap hari mengolah 430 ton bahan mie instan. Produknya sudah diekspor ke 100 negara termasuk California Amerika Serikat" ungkap Stevanus


Dijelaskannya, perusahaan membutuhkan 30 ton per hari, bawang merah lokal 1 ton per hari dan cabai merah besar sekitar 10 ton per hari. Khusus bawang putih Stevanus mengungkap pihaknya masih harus impor. Ia mengaku tidak mempersoalkan aturan pemerintah yang mewajibkan tanam bawang putih sebelum impor.

"Untuk kelangsungan industri makanan mie instan kami impor kurang lebih 6.000 ton bawang putih dengan kewajiban tanam seluas 67 hektar untuk RIPH 2017, semua sudah kami lunasi. Produksinya juga rata-rata mencapai 8 ton per hektar" ujar Stevanus.

"Sementara untuk kewajiban RIPH 2018 sudah 48 hektar kami tanam dan 19 hektar akan kami selesaikan di bulan September ini" tambahnya.

Ia pun mengaku berkomitmen mengikuti aturan pemerintah. "Kami tidak mau gambling dengan melanggar aturan pemerintah karena ini menyangkut nasib 40 ribu karyawan yang menggantungkan pekerjaan di Wings Food Indonesia," pungkasnya.


Saksikan juga video ' 2021, Mentan Optimistis Swasembada Bawang Putih ':

[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed