Importir Ferrari Cs: Ciri Negara Maju Banyak Gedung dan Mobil Mewah

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 07 Sep 2018 13:10 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pemerintah telah menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 dari 7,5% menjadi 10% untuk mobil mewah. Menurut importir mobil mewah, pengendalian impor ini justru bisa membuat investasi di Indonesia surut.

Presiden Direktur Prestige Image Motorcars Rudy Salim mengatakan banyaknya mobil mewah di Indonesia bisa menjadi indikator awal stabilnya perekonomian dan politik di Indonesia.

"Banyaknya mobil mewah itu bisa menyebabkan arah arus investasi meningkat, dilihat ekonominya stabil, dilihat politiknya bagus, sebenarnya bisa menjadi early indicator seperti itu juga," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (7/9/2018).


Menurutnya pengendalian impor mobil mewah justru menghilangkan nilai positif dari indikator iklim investasi di Indonesia. Sementara dampaknya terhadap penanganan defisit transaksi berjalan (current account deficit/ CAD) tidak signifikan.

"Tapi kan ada nilai positif dari instrumen investasi, orang luar negeri datang ke Indonesia ngelihatnya miskin benar negara ini," sebutnya.

Dengan naiknya pajak impor mobil mewah diperkirakan bakal membuat permintaannya di Indonesia menurun. Padahal permintaan mobil mewah bisa membuat Indonesia dinilai sebagai negara yang mulai maju.


"Kalau di lihat negara ini juga bisa maju, salah satunya dari gedung gedung tinggi kan gitu, dilihat juga dari mobil mobil mewah. Nah indikasi awal negara mulai berkembang kan salah satunya dari gedung, infrastruktur, dan dunia otomotifnya juga," tambahnya.


Saksikan juga video 'Jokowi Tak Ingin Pasar Industri Otomotif Dikuasai Mobil Impor!':

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)