Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Sep 2018 20:15 WIB

Dolar AS Tinggi, Harga Tepung Terigu Naik 10%

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: dok. Bungasari Foto: dok. Bungasari
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tengah menguat sejak beberapa waktu terakhir. Dampaknya, harga tepung terigu mengalami kenaikan hingga 10%.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang mengatakan pada dasarnya konsumsi tepung terigu di semester I mengalami kenaikan. Namun, di semester II angka tersebut tidak dapat diprediksi karena kenaikan harga.

"Permintaan masyarakat terhadap terigu di semester I ada kenaikan. Itu akibat konsumsi mie instan, roti, martabak, kerupuk, bakso, sosis, itu semua kan ada tepung terigunya. Semester II saya nggak tahu karena harga terigu naik minimal 10% akibat pelemahan rupiah sudah mencapai 10%," jelas dia di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Senin (24/9/2018).


Lebih lanjut, ia mengungkapkan kenaikan harga tepung terigu terpengaruh terhadap harga gandum di pasar dunia, mengingat Indonesia masih mengimpor gandum. Apalagi, saat ini pasokan gandum menipis dan mendorong kenaikan harga hingga 20%.

"Gandum sendiri harganya sudah naik sejak Maret-April, mencapai 20%. Hal ini karena ada banjir di Timur dan kekeringan di Selatan Australia. Sehingga panennya turun, kita cari negara pemasok lain, Rusia, Ukraina. Tapi katanya di Ukraina gandumnya ada penyakit. Ya naik lah jadinya (harga), harga gandum lebih mahal," papar dia.

"Apakah ini sudah pasti ditransfer ke kenaikan harga tepung terigu, saya nggak bisa jawab begitu. Karena setiap produsen punya rata-rata stok yang berbeda. Jadi jangan diasumsikan langsung begitu," jelasnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed