Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Okt 2018 19:20 WIB

Nike Mau Kurangi Pasokan Produk dari RI, Bagaimana Nasib Pekerja?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga asal Amerika Serikat Nike secara resmi tidak akan menghentikan alias setop pesan pakaian dari Indonesia.

Hanya saja, perusahaan menjelaskan akan mengurangi rantai pasokan produksi di seluruh dunia, yaitu dari 785 pabrik menjadi 542 dan bakal berdampak salah satunya ke Indonesia.

Isu ini ternyata sudah menyebar di Indonesia melalui jejaring media sosial. Meski sudah mengkonfirmasi akan mengurangi produksi, bagaimana nasib karyawannya di Indonesia?


Berdasarkan surat tembusan resmi yang diterima detikFinance dari Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Nike menjelaskan, pihaknya sudah be dengan grup agar pekerja yang terkena dampak keputusan ini bisa mendapat hak yang sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kami memahami bahwa ini adalah keputusan serius yang berdampak pada pekerja. Kami bekerja sama dengan setiap pabrik dan grup yang terkena dampak dari keputusan ini untuk memastikan penghentian kerja sama secara bertanggung jawab sesuai dengan kepatuhan terhadap hukum negara dan Kode Etik Nike. Strategi bisnis ini tidak menandakan bahwa Nike akan keluar dari Indonesia," jelas pihak jelas dia dalam keterangan tertulis Nike yang dikutip detikFinance, Jumat, (12/10/2018).

Kabar ini berhembus setelah serikat pekerja nasional memberikan informasi soal perusahaan sepatu terkemuka asal Amerika Serikat itu menghentikan kerja sama pesanan produksi pakaian olah raga dari 19 perusahaan garmen atau produsen pakaian jadi di Indonesia.


Kebijakan tersebut dalam informasi yang didapat dari media sosial akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Mengenai hal tersebut, dalam penutup surat di akhir keterangan tertulisnya, Nike mengharapkan penjelasan ini dapat diinformasikan secara jelas.

"Nike sangat menghargai hubungan kerja sama jangka panjang yang erat dengan Indonesia dan kami berharap untuk tetap menjadi mitra yang dekat. Kami sangat berterima kasih atas kerja keras tim negosiasi perdagangan di bawah pimpinan," bunyi surat tersebut (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed