Follow detikFinance
Jumat, 19 Okt 2018 18:55 WIB

Pengusaha Lokal Ngeluh Banyak Teh Impor Berkualitas Rendah

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Imam Suripto/detikcom Foto: Imam Suripto/detikcom
Jakarta - Dewan Teh Indonesia menegaskan, dengan dijatuhkannya status pailit atas PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) tak berarti industri teh tanah air tengah melesu. Namun mereka mengakui adanya teh impor dari Vietnam dan India cukup mengkhawatirkan.

Ketua Dewan Teh Indonesia Bambang Murtioso mengatakan, sejatinya para pelaku teh nasional mengerti akan hadirnya teh impor. Sebab itu memang sudah kebijakan dari pemerintah.

"Teh impor sejatinya kita tidak boleh menutupi," tuturnya kepada detikFinance, Jumat (19/10/2018).


Namun para pelaku teh tanah air khawatir lantaran teh impor yang masuk memiliki harga yang lebih murah dan dengan kualitas yang lebih rendah. Hal itu membuat para produsen teh siap minum ada yang lebih memilih menggunakan teh impor.

"Tapi hal itu ya sah-sah saja pengusaha dalam negeri mungkin ingin untung lebih besar ya. Tapi kami merasa terganggu, karena mestinya bisa menyerap teh di dalam negeri," tambahnya.

Direktur Eksekutif Dewan Teh Indonesia (DTI) Suharyo Husen secara terpisah mengatakan, ada eksportir teh RI yang mengoplos teh lokal dengan teh impor demi memperoleh margin keuntungan yang lebih besar.


"Ada yang di-blending terus diekspor lagi, misalnya teh celup. Itu kan menjatuhkan kualitas kita karena pakai nama made in Indonesia. Jadi merugikan," tambahnya.

Meski begitu, dia mengakui sudah ada tindakan dari pemerintah untuk melindungi industri teh tanah air. Salah satunya dengan naiknya bea masuk.

"Tapi tetap saja impornya masuk tiap tahun meningkat. Tapi yang jelas meningkat," ujarnya. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed