Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Okt 2018 17:47 WIB

4 Tahun Jokowi-JK

Nyaris Sejuta Industri Baru Lahir dalam 4 Tahun

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Parastiti/detikcom) Foto: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Parastiti/detikcom)
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) giat melakukan terobosan untuk meningkatkan kemudahan investasi di tanah air. Langkah tersebut mulai membuahkan hasil.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, hasil tersebut tercermin dari populasi industri yang terus mengalami peningkatan.

Data Kementerian perindustrian mencatat, populasi industri bertambah nyaris 1 juta unit, tepatnya 975.898 unit sejak tahun 2014 hingga 2017.

Jumlah populasi industri tersebut terdiri dari industri besar dan sedang sejak tahun 2014 hingga 2017 yang bertambah 5.898 unit usaha. Yakni dari tahun 2014 yang hanya ada 25.094 unit usaha, menjadi 30.992 unit usaha besar di 2018.

"Sementara itu populasi industri kecil ada penambahan sekitar 970 ribu unit usaha dari tahun 2014-2017, jadi ada sekitar 4,4 juta unit usaha di tahun 2017," papar dia di acara 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Membangun Manusia Indonesia Menuju Negara Maju, di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (23/10/2018).


Tumbuhnya populasi tenaga kerja industri selama 2014-2017 ada penambahan tenaga kerja di Industri. Sejak tahun 2014 ada sekitar 15,62 juta orang, kemudian di 2015 menjadi 15,54 juta orang, kemudian di 2016 menjadi 15,87 juta orang, 17,56 juta orang.

"Kemudian di tahun ini ada penambahan dari total jumlah tenaga kerja dari 3 tahun lalu. Terdata tumbuhnya populasi tenaga kerja industri di tahun 2018 mencapai 17,92 juta orang," jelas dia.

Sementara itu, Airlangga juga menjelaskan mengenai perkembangan ekspor impor dari tahun 2014 sampai 2018.

Ekspor produk industri smester I tahun 2018 mencapai US$ 63,01 miliar naik sebesar 5,35% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar US$ 59,81 miliar.

"Ekspor produk industri ini memberikan kontribusi sebesar 71,59% dari total ekspor nasional semester 1 tahun 2018 yaitu sebesar US$ 88,02 miliar, atau setara Rp 1,3 triliun," papar dia.

Sementara itu jika dilihat dari total ekspor impor Indonesia di sektor indusrtri sejak tahun 2014 tercatat, impor sebanyak US$ 124,56 miliar kemudian untuk ekspor US$ 119,75 miliar.

Kemudian di tahun 2015 Airlangga menjelaskan, total impor turun yitu menjadi US$ 109,52 miliar begitu pula ekspor yang turun menjadi US$ 108,60 miliar.


Berlanjut ke tahun 2016 total impor di sektor industri kembali turun dibandingkan tahun 2014 dan 2015 yang hanya US$ 108,24 miliar. Namun, untuk nilai ekspor tahun 2016 naik menjadi US$ 110,50 miliar dibanding tahun 2015.

Kemudian di tahun 2017 baik impor maupun ekspor naik tajam. Untuk nilai impor Indonesia di tahun 2017 mencapai US$ 122,15 miliar kemudian untuk ekspor lebih tinggi yaitu US$ 125,02 miliar.

Kemudian di tahun 2018, tepatnya pada semester 1 2018 impor di sektor industri memiliki nilai US$ 69,75 miliar dan ekspor RI mencapai US$ 63,01 miliar.




Tonton juga 'Dalam 4 Tahun 8,7 Juta Lapangan Kerja Tercipta di Era Jokowi-JK':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com