Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 11 Nov 2018 17:56 WIB

Strategi Pelaku Industri Jepang Hadapi Perubahan Bisnis Dunia

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Perkembangan gaya hidup di seluruh dunia mengalami perubahan yang cukup pesat terutama dengan munculnya berbagai inovasi teknologi yang memberikan kemudahan bagi setiap individu untuk memenuhi kebutuhannya.

Kondisi tersebut menuntut para pelaku industri di berbagai belahan dunia mengubah strategi bisnisnya untuk bisa menjawab tantangan yang ada.

Perubahan strategi itu tak hanya dilakukan oleh negara berkembang. Bahkan negara besar seperti Jepang pun perlu melakukan perubahan strategi bisnis agar tak tenggelam dihantam persaingan industri yang semakin ketat.


Selama ini diakui bahwa kultur perusahaan Jepang hanya berfokus dalam satu hal yang dikerjakannya sehingga membuat mereka tidak mengetahui adanya kekurangan dalam bisnis yang dijalani.

Kondisi tersebut harus diubah oleh perusahaan Jepang dalam menghadapi tantangan yang cukup besar ditengah perubahan teknologi dan gaya hidup saat ini.

Dalam forum diskusi Cross-Value Innovation Forum 2018 di Tokyo Jepang pada 30 November 2018 bertema "Restorasi Perusahaan Jepang dalam Menghadapi Tantangan Perkembangan Industri," CEO Connected Solutions Company Panasonic Corporation, Yasuyuki Higuchi, mengatakan perusahaan Jepang memang harus berubah.

"Kita harus berubah dan mulai melihat bagaimana perubahan yang terjadi di dunia dan mencari kesempatan untuk memperluas potensi pengembangan bisnis dengan bekerja sama dengan berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri," ujarnya dalam keterangan yang diterima Senin (12/11/2018).

Sementara itu, Presiden Director Panasonic Corporation, Kazuhiro Tsuga, menyampaikan bahwa saat ini Panasonic sudah mulai melakukan perubahan baik dari struktur organisasi maupun pengembangan teknologi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dan tuntutan jaman.

"Panasonic telah 100 tahun berkecimpung di dunia elektronik. Jika sebelumnya kami lebih berorientasi kepada pengembangan produk, kini saatnya kami memperbaharui diri dengan mulai berfokus pada konsumen," jelas dia.

"Kami telah melakukan berbagai kerja sama untuk menghadirkan serangkaian inovasi dan pembaharuan agar masyarakat dunia bisa update dengan perkembangan dengan gaya hidup melalui teknologi yang dikembangkan oleh Panasonic," sambung dia.


Panasonic percaya bahwa untuk mengembangkan bisnisnya, mereka harus melakukan upaya-upaya kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan visi memberikan kehidupan yang lebih baik untuk menghadirkan dunia yang lebih baik, sesuai slogan Panasonic "A Better Life, A Better World".

Panasonic mulai menjalin kerja sama dengan SoftBank Corp., salah satu penyedia layanan komunikasi dan internet di Jepang, untuk menawarkan peralatan rumah tangga yang diintegrasikan dengan Internet of Things (IoT) yang dapat dihubungkan ke ponsel dan web pengguna.

Panasonic juga telah bekerja sama dengan Chiba Institute of Technology dalam pengembangan produk vacuum cleaner yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), autonomus driving, serta teknologi robotik terbaru.

Dalam rangka melakukan penetrasi ke pasar China, Panasonic juga mulai melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan dari negeri tirai bambu tersebut.

Selain bekerja sama melalui pengembangan teknologi, Panasonic Corporation juga mulai memasarkan solusi perumahan melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan lokal di berbagai Negara seperti Indonesia, Taiwan, dan Malaysia.

Panasonic juga mulai menjajaki pasar Vietnam dan Thailand serta beberapa Negara lain dalam bidang solusi perumahan.

Terbaru, Panasonic meluncurkan sebuah platform bernama Home-X yang mampu mengintegrasikan pengoprasian seluruh peralatan rumah tangga dalam rangka memberikan pengalaman baru kepada penghuni setiap harinya.

Teknologi ini diterapkan di perumahan Casart Urban di Jepang. Perwakilan Panasonic mengatakan teknologi Home-X ini akan dipasarkan ke seluruh penjuru dunia jika ada produsen lokal yang tertarik untuk bekerja sama dengan Panasonic.


Pada kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Jepang, sekaligus juga Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel, mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Jepang karena Jepang membutuhkan sumber daya manusia untuk mengembangkan industrinya.

"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjalin kerja sama dan melakukan transfer pengetahuan dengan Jepang. Hal ini disebabkan karena di Jepang angkatan kerjanya sudah berkurang. Dengan adanya pertukaran ilmu atau pengetahuan, kualitas sumber daya manusia di Indonesia bisa terus meningkat," tandas dia. (dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com