Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 26 Nov 2018 14:34 WIB

Darmin Panggil Menteri hingga Pengusaha Bahas Harga Sawit

Hendra Kusuma - detikFinance
Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memanggil beberapa pejabat dan pelaku usaha untuk rapat koordinasi (rakor). Dari agenda yang diterima detikFinance, Jakarta, Senin (26/11/2018). Rakor siang ini mengenai perkembangan harga CPO (Crude Palm Oil) dan pungutan ekspor CPO dan turunannya.

Telah hadir Menteri ATR Sofyan Djalil, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana, dan beberapa pelaku usaha seperti Martias pemilik PT First Resources, Tumanggor perwakilan dari PT Wilmar.


Berdasarkan aturan yang ada, pungutan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) saat ini US$ 50 per ton. Adapun, penurunan tersebut dikarenakan harga CPO yang sudah turun.

Diberitakan detikFinance sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Rino Afrino mengatakan, harga TBS (Tandan Buah Segara) sawit di Sumatera contohnya hanya mencapai Rp 750-1.500 per Kg, di Kalimantan Barat lebih rendah, sedangkan di Sulawesi dan Papua hanya Rp 500-700 kg.


Petani merasa rugi karena biaya operasional yang mencakup perawatan, pemupukan dan panen sekitar Rp 800 sampai 900 per kg.

"Ini artinya, jika petani menjual TBS di bawah Rp800 per kg, maka itu adalah jual rugi," ujar Rino, Minggu (18/11/2018). (hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed