Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 28 Nov 2018 16:23 WIB

Strategi Pemerintah Dongkrak Produksi Sawit Meski Lahan Nggak Nambah

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) optimis produksi kelapa sawit bisa meningkat 36 juta ton per tahun di tengah kebijakan moratorium izin lahan kelapa sawit selama tiga tahun. Kok bisa?

Menurut Ketua Umum SPKS Mansuetus Darto saat ini lahan petani sawit yang tersebar di Indonesia ada sebanyak 5,5 juta ha. Namun produksinya rata-rata hanya sebesar 12 ton per hektar per tahun.

"Tersebar di seluruh Indonesia, 5,5 juta ha itu produksi per tahun 12 ton per ha per tahun. Jadi 1 ha 1 ton," jelas dia usai Rembug Nasional Petani Kelapa Sawit, Redtop Hotel, Jakarta, Rabu (28/11/2018).


Ia menjelaskan, angka ini bisa meningkat menjadi 36 ton per ha per tahun dengan adanya moratorium. Pasalnya, langkah itu membuat pemerintah fokus untuk mengoptimalkan produksi.

Dalam program tersebut, pemerintah akan memberikan bibit serta pendampingan kepada petani sawit sehingga bisa meningkatkan produksi.

"Pendampingan oleh penyuluh itu berpengaruh meningkatkan produksi hingga 2 sampai 6 ton per ha per tahun lho. Jadi mereka diajari untuk pemberian pupuk yang benar bagaimana, waktu panen yang teratur," ungkap dia.


Sementara itu, ia juga optimis pemerintah dan petani bisa terus mendorong produktivitas kelapa sawit hingga 36 ton per ha per tahun.

"Targetnya meningkat jadi 36 ton per ha per tahun. Jadi dengan meningkatkan produktivitas petani," tutup dia.


Tonton juga 'Kapal Pembawa Sawit Indonesia 'Dibajak' Aktivis Lingkungan Greenpeace':

[Gambas:Video 20detik]

Strategi Pemerintah Dongkrak Produksi Sawit Meski Lahan Nggak Nambah
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed