Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Des 2018 19:16 WIB

Mengenal Perusahaan Lokal yang Digandeng Perakit iPhone di Batam

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) akan menjadi perusahaan lokal yang diajak kerjasama oleh Pegatron, perusahaan perakit iPhone asal Taiwan. Pegatron sendiri akan mengembangkan usahanya di Batam.

Sat Nusapersada merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga, tak sulit mencari informasi mengenai perusahaan ini.

Dari data RTI, Jumat (7/12/2018), Sat Nusapersada merupakan perusahaan yang bergerak di industri perakitan elektronik. Alamat perusahaan berada di Jalan Pelita VI Nomor 99, Batam.

Perusahaan melepas saham ke publik pada 8 November 2007. Hingga 30 November 2018, porsi pemegang saham perusahaan yakni, Abidin dengan kepemilikan saham 1,17 miliar saham atau setara 66,47%, Inditeck Technology Hong Kong 177,14 juta saham atau 10%, PT Sat Nusapersada Tbk 177,14 juta saham atau 10 persen, dan publik 239,65 juta atau sebesar 13,53%.


Hingga 30 Juni 2018, tercatat Komisaris Utama Sat Nusapersada Megawati dan Direktur Utama Abidin.

Pada September 2018, aset perusahaan sebesar Rp 4,83 triliun, liabilitas sebesar Rp 3,82 triliun, dan ekuitas Rp 1,01 triliun. Sat Nusapersada meraup pendapat bersih sebesar Rp 158,23 miliar.

Untuk informasi, saham PTSN ditutup pada level Rp 645 per saham hari ini. Saham perusahaan naik 70 poin atau naik sebanyak 12,17% dibanding sehari sebelumnya.

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) akan menjadi perusahaan lokal yang diajak kerjasama oleh Pegatron, perusahaan perakit iPhone asal Taiwan. Pegatron sendiri akan mengembangkan usahanya di Batam.

Sat Nusapersada merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga, tak sulit mencari informasi mengenai perusahaan ini.


Dari data RTI, Jumat (7/12/2018), Sat Nusapersada merupakan perusahaan yang bergerak di industri perakitan elektronik. Alamat perusahaan berada di Jalan Pelita VI Nomor 99, Batam.

Perusahaan melepas saham ke publik pada 8 November 2007. Hingga 30 November 2018, porsi pemegang saham perusahaan yakni, Abidin dengan kepemilikan saham 1,17 miliar saham atau setara 66,47%, Inditeck Technology Hong Kong 177,14 juta saham atau 10%, PT Sat Nusapersada Tbk 177,14 juta saham atau 10 persen, dan publik 239,65 juta atau sebesar 13,53%.

Hingga 30 Juni 2018, tercatat Komisaris Utama Sat Nusapersada Megawati dan Direktur Utama Abidin.

Pada September 2018, aset perusahaan sebesar Rp 4,83 triliun, liabilitas sebesar Rp 3,82 triliun, dan ekuitas Rp 1,01 triliun. Sat Nusapersada meraup pendapat bersih sebesar Rp 158,23 miliar.

Untuk informasi, saham PTSN ditutup pada level Rp 645 per saham hari ini. Saham perusahaan naik 70 poin atau naik sebanyak 12,17% dibanding sehari sebelumnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed