Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Des 2018 18:51 WIB

Ini yang Bikin Tujuh Perusahaan Diduga Kartel Garam

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustasi Garam Foto: Mei Amelia Ilustasi Garam Foto: Mei Amelia
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga ada kegiatan kartel di industri garam industri pada 2013 hingga 2016. Karena hal itu, harga garam meningkat jadi Rp 2.800 per kilogram (kg).

Investigator Utama KPPU Noor Rofieq mengatakan harga garam yang ditetapkan pemerintah pada dasarnya berkisar Rp 1.050 hingga Rp 1.200. Namun meningkat karena adanya kegiatan kartel.

"Harganya itu (awalnya) Rp 1.050 hingga Rp 1.200 per kg. Terus naik jadi Rp 1.900 sampai Rp 2.800-an itu ada. Jadi harga kenaikan tinggi," jelas dia di KPPU, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan kenaikan harga tersebut diduga dilakukan sengaja oleh tujuh perusahan, yakni PT Garindro Sejahtera Abadi, PT Susanti Megah, PT Unicem Candi Indonesia, PT Cheetham Garam Indonesia, PT Budiono Madura Bangun Persada, dan PT Sumatraco Langgeng Makmur.



Adapun, kegiatan kartel dilakukan dengan permintaan izin impor di tahun 2015 dengan alasan stok garam industri yang menipis. Namun nyatanya setelah diberikan izin beberapa perusahaan tidak merealisasikannya.

"Jadi ada izin impor tapi beberapa realisasi beberapa yang nggak realisasi. Padahal waktu itu industri makanan minuman pas Maret bilang kesulitan tapi ternyata izin impor baru direalisasikan dua bulan. Jadi jeda dua bulan itu stok dari mana? Jadi ini dugaan awal kartel," ungkap dia.

Sementara itu, investigasi ini dilakukan sejak tahun 2016 berdasarkan inisiatif dari KPPU sendiri.



Tonton juga 'Tilep Duit Perusahaan, Bos Nissan Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]


(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed