Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Des 2018 13:36 WIB

GM Mau Bikin Mobil Listrik, Trump: Nggak Bakal Berhasil!

Saifan Zaking - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - General Motors Co. (GM) akan memfokuskan diri untuk memproduksi mobil listrik. Namun, Presiden AS Donald Trump menilai itu tidak akan berhasil karena perjanjian dagang yang baru akan menyulitkan perusahaan untuk produksi di negara lain.

Pada tahun lalu perusahaan otomotif ini berencana untuk memperkenalkan kendaraan listriknya di tahun 2023 seiring dengan kebijakan peraturan kendaraan nol emisi di berbagai negara.

Pembuat mobil terbesar di AS ini mendapatkan protes di bulan lalu. Hal itu lantaran GM akan menutup 4 pabrik di AS dan memecat 15.000 karyawan di Amerika Utara.

Trump pun bertanya-tanya apa yang dipikirkan CEO GM Mary Barra untuk mengubah produksinya menjadi kendaraan listrik.


"Mereka mengubah seluruh model kendaraan General Motors. Mereka beralih ke (mobil) listrik. Itu tidak akan berhasil!. Bagus untuk punya mobil jenis itu, tapi bila beralih semuanya, saya rasa itu adalah kesalahan!" tegas Trump seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/12/2018).

Trump berulang kali berkata pada GM bahwa mereka harus mengubah keputusan untuk menutup pabrik perakitan di Ohio, yang mana merupakan area potensial dan krusial dalam pemilihan presiden 2020.

Saham GM telah turun 1,4% di bursa hari Kamis lalu. GM mengatakan bahwa ini merupakan waktu yang tepat untuk pengurangan karyawan, sehingga pekerja bisa melamar di pabrik lain.

"Kami terus memproduksi kendaraan-kendaraan terbaik untuk pelanggan kami sambil terus melangkah menuju visi kami yaitu menciptakan dunia dengan nol kecelakaan, nol emisi dan nol kemacetan," terang perwakilan GM.

Trump berpikir bahwa perjanjian dagang dengan Meksiko dan Kanada membuat 'tidak nyaman' untuk GM dalam memproduksi memproduksi mobil di luar AS.

Seperti diketahui, Trump menandatangani kesepakatan dagang dengan Meksiko dan Kanada pada 30 November lalu. Perjanjian dagang itu dibuat untuk menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Namun, perjanjian tersebut belum disetujui oleh kongres AS.



Tonton juga 'Akkasaraki, Mobil Hemat Energi Karya Mahasiswa Makassar':

[Gambas:Video 20detik]


(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed