Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Jan 2019 13:50 WIB

Mendag Sebut Banyak Negara Protes Digempur Produk China

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan banyak negara protes atas gempuran produk asal China. Negara-negara yang mengeluhkan hal tersebut menyampaikannya dalam pertemuan Regional Consultative Process (RCP).

Enggar menjelaskan banyak negara yang digempur produk China imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Perang dagang membuat China kehilangan pasar ekspor yaitu AS. Alhasil China mengalihkannya ke negara-negara lain.

"Yang agak kurang baik adalah dalam perang dagang, produk dari RRT (China) berlimpah di dunia. Dan dalam pertemuan kami para menteri menteri, RCP 16 negara berkumpul secara terbuka sampaikan keluhan dan komplain ke RRT," katanya dalam acara peluncuran ekspor produk baja di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).

Meski diakui belum ada bukti yang konkret, mereka menilai ada cara-cara yang dilakukan China sehingga harga bajanya lebih murah.


"Saya menyampaikan bahwa saya belum dapat bukti, tapi kami semua menganggap nampaknya ada anti dumping, mereka ada kebijakan tax holiday, ada kebijakan terselubung yang sehingga harganya murah," jelasnya.

"Apa yang terjadi dengan Indonesia, impor Indonesia dari RRT tertinggi di dunia, 59,7% peningkatan impor besi baja dari China, dan mereka begitu cerdas mengambil peluang," lanjut Enggar.

Terlebih, menurut Enggar, China juga bakal memindahkan sebagian produksinya ke negara-negara di Asean termasuk Indonesia.

"Mereka juga akan alihkan industri produktifnya ke beberapa negara, salah satunya Indonesia dan negara-negara Asean lainnya," tambahnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com