Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Feb 2019 12:19 WIB

Menperin Bakal Ajak Bicara Filipina Soal Pembatasan Sawit RI

Hilda Meilisa Rinanda - detikFinance
Foto: Agus Setyadi/detikcom Foto: Agus Setyadi/detikcom
Jakarta - Wacana keputusan Pemerintah Filipina untuk membatasi impor minyak kelapa sawit Indonesia cukup mengkhawatirkan dunia perindustrian. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai keputusan ini tak adil.

"Tentu kita nanti akan ada pembicaraan dengan Filipina. Karena tentunya hal-hal seperti ini berupa unfair trade practice," ujar Airlangga saat menghadiri Seminar Nasional Pengembangan UMKM dan Workshop Menembus Pasar Digital di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (7/2/2019).

Namun, Airlangga mengatakan pihaknya tak akan tinggal diam. Selain menggelar pertemuan dengan pemerintah Filipina, pihaknya akan segera mencari cara lain untuk merampungkan hal ini.

"Tentunya kita akan bahas. Karena ini kasus-kasus harus kita selesaikan," lanjut Airlangga.




Pasalnya, pada 2018, pertumbuhan komoditas minyak kelapa sawit sempat turun. Airlangga mengatakan hal ini tentu berimbas pada komoditas makanan dan minuman lainnya.

"Memang di kuartal ke empat terjadi penurunan di minyak kelapa sawit. Karena harga komoditas turun maka dia turun. Padahal pertumbuhan makan minuman itu selalu double digit," imbuhnya.




Sebelumnya, Menteri Pertanian Filipina Manny Pinol mengatakan pihaknya ingin membatasi jumlah minyak kelapa sawit yang masuk di negaranya.

Pasalnya, pihaknya tak ingin minyak kelapa sawit Indonesia membanjiri pasar lokal. Tak hanya itu, Manny juga berencana menerapkan bea masuk tindak pengamanan (BMTP) terhadap impor kopi instan dan mengenakan tarif masuk hingga pembatasan impor minyak kelapa sawit Indonesia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed