Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Feb 2019 19:48 WIB

Tiga Negara Sepakat Pangkas Ekspor Karet Demi Dongkrak Harga

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Harga karet terus mengalami penurunan. Untuk mengatasi hal itu, tiga negara penghasil karet di Asia Tenggara memutuskan untuk membatasi ekspor hingga 300 ribu ton.

Hal itu diputuskan dalam pertemuan tiga negara produksi karet Thailand, Indonesia dan Malaysia International Tripartite Rubber Council (ITRC) di Thailand pada 22 Februari kemarin.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada dasarnya dalam pertemuan tersebut dihasilkan lima keputusan. Hanya saja, dua keputusan lainnya akan dibahas kembali dalam pertemuan mendatang.


Darmin menjelaskan, keputusan pertama, yaitu membatasi ekspor. Kedua, penggunaan karet dalam negeri dan ketiga dengan peremajaan karet alam. Dengan begitu harapannya, harga karet bisa meningkat.

"Memiliki tiga pilar, yakni jangka pendek melalui pengaturan ekspor dari mekanisme Agreed Export Tonnage Scheme (AETS). Dilanjutkan kebijakan jangka menengah dengan memaksimalkan penggunaan karet dalam negeri melalui Demand Promotion Scheme (DPS), dan jangka panjang melalui peremajaan karet alam melalui Supply Management Scheme (SMS)," jelas dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (25/2/2019).

"Dengan mengimplementasikan ketiga kebijakan ini secara konsisten, maka harga diharapkan dapat naik di pasaran," sambung dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pembatasan ekspor yang ditetapkan sebanyak 200-300 ribu ton. Kebijakan itu akan dilakukan selama tiga bulan lamanya.

"Itu keputusan tiga negara sepakat mengurangi ekspor sebesar 200-300 ribu ton per tahun. Itu tiga bulan saja, nanti harapannya harga naik," jelasnya.


Setelah tiga bulan, diharapkan harga telah meningkat. Kemudian pemerintah dapat melaksanakan kebijakan yang lain seperti memaksialkan penggunaan karet dalam negeri serta peremajaan karet.

"Di Indonesia sendiri, penggunaan karet alam untuk campuran aspal baru dilakukan tahun ini dan ini akan ditingkatkan agar bisa mendongkrak harga karet. Serta juga peremajaan karet," tutup dia.

Sebagai informasi, harga karet terus mengalami penurunan. Pada tahun 2011 harga karet pernah mencapai US$ 5 per kilogram (kg) hanya saja, saat ini harga dipatok US$ 1,45 per kg (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed