Mengutip CNN disebutkan perusahaan juga menurunkan target penjualan tahun ini akibat perlambatan ekonomi tersebut. Perusahaan memang tidak menyebutkan penurunan penjualan Cherooke, namun dari laporan keuangan, keuntungannya terus merosot karena pasar terbesar adalah di China.
Memang, China menjadi mesin pertumbuhan industri otomotif global selama dua dekade terakhir. Namun sejak 6 bulan terakhir, melambatnya ekonomi China menjadi mimpi buruk untuk para produsen mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dampak Buruk Brexit Buat Inggris |
Turunnya penjualan mobil di China paling signifikan terjadi pada semester II 2018, ketika mulai terjadi perang dagang antara AS dan China. Ketegangan ini memang melemahkan ekonomi China.
Fiat Chrysler dalam laporannya menyebut, penjualan keseluruhan di wilayah Asia Pasifik anjlok hingga 28% pada 2018 lalu. Penurunan yang terjadi di China merupakan yang paling besar.
Sebelumnya Fiat Chrysler juga membangun pabrik perakitan Cherooke di China. Ini dilakukan agar produksi bisa lebih efisien, perusahaan tidak akan memangkas hasil produksi karena biaya operasional seperti upah bisa lebih rendah dibanding AS dan Eropa.
Presiden serikat pekerja United Auto Worker pabrik Illinois George Welitschinsky menjelaskan sebelum ada perlambatan, pabrik mampu memproduksi sekitar 1.200 unit mobil per hari. Kemudian terjadi penurunan hingga 830 unit per hari. Penurunan terus terjadi akibat ekspor ke China dan Eropa yang terus merosot.
"Ada banyak pegawai yang bingung dan khawatir, karena sebenarnya tidak ada yang mau di-PHK," jelas dia. (kil/zlf)











































