Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Mar 2019 12:40 WIB

Sering Jatuh, Boeing Perbaiki Software 737 dan Latih Ulang Pilot

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: BBC World
Jakarta - Boeing mengusulkan pergantian software pada pesawat 737 MAX 8 pasca dua kecelakaan yang melibatkan pesawat jenis tersebut. Selain itu, pabrikan Amerika Serikat ini juga mewajibkan pelatihan tambahan pada pilot.

Dengan begitu, diharapkan bisa menghilangkan kecemasan soal isu keselamatan dan agar 737 MAX kembali mengudara.

Dikutip dari USA Today, Kamis (28/3/2019), perubahan yang dilakukan akan fokus pada sistem kendali pesawat yang dibuat untuk menjaga hidung pesawat naik ke atas (nose up) seperti yang terjadi pada salah satu kecelakaan dan diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Boeing kini tengah dalam tekanan karena banyak maskapai yang membatalkan pesanan pesawat dan mereka juga menghadapi pengawasan dari kongres.


FAA Administrator Daniel Elwell bersaksi di hadapan panel Senat pada hari Rabu tentang keputusan agensi untuk tetap mengizinkan MAX terbang di saat negara-negara lain mengandangkan mereka setelah kecelakaan Ethiopian Airlines dari jet Boeing 737 MAX 8 yang menewaskan 157 orang tewas.

Sementara maskapai Garuda Indonesia membatalkan pesanannya karena hilang kepercayaan terhadap 737 MAX.

"Kita sedang berusaha meyakinkan dan menumbuhkan lagi kepercayaan pada konsumen dan regulator di dunia. Kita juga menekankan komitmen kita pada keselamatan dan mendapat kepercayaan terbang dari publik," kata Mike Sinnet, Vice Presiden Boeing bidang Strategi Produk dan Pengembangan.

Perubahan akan dipusatkan pada Manuevering Characteristics Augmentation System atau MCAS, yang dibuat untuk secara otomatis mengambil alih kendali bila hidung pesawat tiba-tiba naik, yang bisa menyebabkan pesawat stall.


Sekarang, MCAS akan membandingkan pembacaan dari dua sensor yang memantau sudut depan pesawat. Jika sensor tidak setuju 5,5 derajat, MCAS tidak akan aktif. Lampu peringatan, yang sebelumnya merupakan opsi, akan memperingatkan pilot, kata Boeing.

MCAS tak akan lagi selalu nyala dengan sendirinya. Sistem itu akan nyala saat sensor mengetahui sudut depan pesawat terlalu ekstrim.

Kemudian, Boeing juga akan mewajibkan pelatihan tambahan untuk pilot mengetahui perbedaan antara MAX dan versi lainnya dari 737, termasuk pemahaman soal MCAS. Hal itu akan ditambahkan pada 21 pelatihan wajib untuk menerbangkan 737.

Perubahan pelatihan telah 'sementara disetujui' oleh Administrasi Penerbangan Federal, dan perbaikan perangkat lunak perlu ditinjau, kata Boeing. Belum terlihat apakah hal-hal tersebut dianggap cukup signifikan untuk membuat pesawat terbang lagi. (zlf/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com