Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Apr 2019 18:38 WIB

Menang Quick Count Sementara, Jokowi Diminta Genjot Ekspor Tekstil

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Capres-cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sejauh ini menang versi hitung cepat alias quick count sejumlah lembaga survei. Pengusaha di industri pertekstilan yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menaruh harapan besar bahwa Jokowi bisa menggenjot ekspor industri tekstil.

Ketua API Ade Sudrajat mengatakan pihaknya pun mengharapkan ekspor produk pertekstilan dalam 10 tahun ke depan bisa mencapai US$ 35 miliar. Untuk itu pemerintahan baru di 5 tahun ke depan harus bisa membantu merealisasikan.

"Ya tentu kita akan ekspor mungkin mencapai US$ 35 miliar dalam kurun waktu 10 tahun ke depan," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Ekspor ini nantinya bakal memberi kontribusi terhadap devisa. Namun banyak upaya yang harus dilakukan pemerintahan periode 2019-2024.


Menurutnya, Jokowi harus menyelesaikan urusan perjanjian kerja sama dengan negara-negara di dunia guna meningkatkan ekspor Indonesia.

"Tentu bahwa fondasi untuk mendapatkan devisa yang lebih besar Indonesia dari sisi ekspor tentu kita berharap di periode ke dua Jokowi ini bisa meletakkan fondasi perdagangan dengan UE (Uni Eropa) dan Amerika tentunya," paparnya.

Dia juga berpendapat janji Jokowi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ke depan diharapkan bisa meningkatkan daya saing secara global termasuk di industri pertekstilan.

"Kan fondasi yang diletakkan oleh Pak Jokowi nanti adalah pembangunan sumber daya manusia dari segi kompetensi dan segala hal yang diperlukan oleh manusia Indonesia, sehingga kita menjadi manusia yang berkompeten dan memenuhi daya saing dunia," tambahnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com