ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Apr 2019 17:16 WIB

Naik Mobil Listrik 40% Lebih Hemat Dibanding BBM

Trio Hamdani - detikFinance
Taksi listrik/Foto: Agung Pambudhy Taksi listrik/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan kendaraan yang menggunakan tenaga listrik bisa menghemat biaya hingga 40% dibandingkan menggunakan bahan bakar Premium.

Jonan mengatakan, tarif listrik adalah Rp 1.467/kWh. Itu adalah tarif untuk daya 1.300 VA. Namun pemerintah memberikan diskon sebesar 30% jika menggunakan listrik pada pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Dengan adanya diskon 30% maka tarif listrik yang tadinya Rp 1.467/kWh menjadi Rp 1.026 per kWh atau jika dibulatkan adalah Rp 1.000. Menurutnya jika dibandingkan secara setara itu jauh lebih murah dibandingkan BBM Premium.


"Ini kan Perusahaan Listrik Negara (PLN) punya program kalau gunakan listrik dari jam 10 malam sampai 6 pagi ada diskon 30% lumayan kan," katanya saat acara peluncuran Taksi Listrik Pertama di Indonesia milik Bluebird, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Kaitannya dengan taksi listrik, Jonan menyebut penggunaan bahan bakar listrik akan lebih efisien dari sisi pengeluaran untuk bahan bakar. Jadi walaupun harga mobil listrik mahal, untuk jangka panjang bakal menguntungkan.


"Jadi mobilnya agak mahal tapi biaya energi lebih murah. Listrik kan murah Rp 1.467 per kWh. Kalau diskon 30% ya Rp 1.000 per kWh. Kalau listrik nya Rp 1.000 per kwh mungkin 40% lebih rendah dari Premium," tambahnya.

Listrik PLN

PLN menyuplai penuh pasokan listrik untuk Blue Bird, termasuk untuk 19 Charging Station taxi listrik atau e-taxi yang dilaunching Blue Bird pada siang hari ini.

Sejak periode tahun 2017, PLN khususnya Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) telah aktif menginisiasi pembentukan new life style di kalangan masyarakat Jakarta diantaranya dengan menjadi pioneer pengguna kendaraan listrik, melakukan konvoi kendaraan listrik yang mencetak Rekor MURI, kerja sama dengan brand kendaraan listrik ataupun kendaraan hybrid ternama, dan menyosialisasikan penggunaan kendaraan listrik melalui setiap kesempatan.

"Dimulai sejak 26 Oktober 2018 PLN Disjaya bersama Blue Bird setuju untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait penyediaan tenaga listrik untuk seluruh charging station milik Blue Bird. Sejak momen tersebut, kini akhirnya terwujud launching E-Taxi Blue Bird dengan 19 unit charging station di kantor Blue Bird yang menggunakan listrik dari PLN" Ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS, dalam keterangan tertulis, Senin (22/4/2019)

Blue Bird menjadi salah satu pelanggan prioritas PLN yang mendapatkan pasokan dari dua sumber listrik untuk keandalannya pada saat launching E-Taxi siang hari ini. Konsumsi listrik masing-masing charging station berada di kisaran 41.500 VA, atau setara 40.000 watt. Terkait dengan peluncuran E-Taxi ini, Blue Bird telah mengupgrade layanan kelistrikan dari PLN, yang semula hanya menggunakan daya sebesar 414.000 VA kemudian tambah daya menjadi 1.385.000 VA.

Selain keandalan pasokan listrik, PLN juga memberi beberapa kemudahan layanan bagi Blue Bird dalam mewujudkan pengoperasioan E-Taxi, diantaranya pemberian diskon biaya penambahan daya sebesar 50% atau kurang lebih senilai 300 juta rupiah, ditambah lagi dengan pemberian fasilitas angsuran pembayaran hingga 24 kali untuk proses penambahan daya tersebut. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com