Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Apr 2019 15:44 WIB

Produksi Daging Babi China Terganggu, Dampaknya ke Seluruh Dunia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Demam babi Afrika kini sedang melanda China. Demam ini turut mengganggu produksi daging babi di negara tirai bambu tersebut dan juga menyebabkan kenaikan harga daging.

Mengutip CNN, China merupakan salah satu produsen daging babi terbesar di dunia. Berdasarkan data statistik pemerintah, sejak adanya demam babi Afrika ini produksi daging babi merosot hingga 10% tahun ini.

Penduduk China juga merupakan konsumen daging babi terbesar. Karena demam ini, China mengimpor daging babi dari Uni Eropa, Kanada dan Amerika Serikat (AS).


Kepala ekonom komoditas di INTL FCStone Arlan Suderman menjelaskan China biasanya menyumbang 49% untuk kebutuhan daging babi di seluruh dunia. Namun konsumsi daging babi di China mencapai 28% dari pasokan daging global.

"Ini adalah masalah besar untuk China kami harap masalah ini dapat segera dipulihkan dan produksi bisa kembali dilakukan," kata Suderman dikutip dari CNN, Selasa (23/4/2019).

Pada awal Maret harga daging babi mendekati level tertinggi bahkan naik hingga 30%. Kenaikan ini disebut akan membebani pengecer kecil yang menjual dalam jumlah sedikit.


Suderman menjelaskan pemerintah China juga harus bisa mencari alternatif lain misalnya mendorong masyarakat untuk beralih mengkonsumsi unggas, daging sapi atau pilihan lain.

Tahun lalu, China memproduksi 54,8 juta metrik ton daging babi dan mengonsumsi hampir 60 juta ton. Pada Februari China sudah menyembelih hampir 1 juta ekor babi untuk mencegah penularan demam babi ke babi lain yang lebih sehat.

Produksi Daging Babi China Terganggu, Dampaknya ke Seluruh Dunia
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed