Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Mei 2019 13:23 WIB

Airlangga Bidik Ekspor Batik Tumbuh 8%

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan ekspor batik tumbuh hingga 8% di 2019. Hal itu dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor sebesar US$ 52,44 juta atau setara Rp 734.160.000.000 (kurs Rp 14.000/US$) di 2018.

"Ya kalau ini sih biasanya kita targetkan 6-8 persen pertumbuhan ekspor, untuk batik saja," katanya ditemui usai membuka Pameran Gelar Batik Nusantara di Jakarta Convention Center, Rabu (8/5/2019).

Dia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mendorong pemasaran batik ke luar negeri, sehingga nilai ekspor bisa naik dari tahun ke tahun.


"Ya kalau ekspor batik ya tentu mempunyai pasar yang cukup besar mendekati US$ 60 juta per tahun. Nah ini kita dorong terus," sebutnya.

Dia mengatakan memang masih terdapat tantangan untuk memasarkan batik, yaitu mengenai desain batik itu sendiri. Airlangga menilai desain batik harus bisa mengikuti perkembangan zaman.

"Tantangan tentu desain, namanya lifestyle tergantung pada desain dan tergantung pada selera publik, tapi kita lihat bahwa banyak batik yang sudah desain-desainnya modern," paparnya.


Menurutnya memang butuh inovasi pada produk batik guna diminati hingga ke mancanegara. Tentu itu bisa dilakukan dengan dukungan teknologi.

"Produk ini kan sekarang punya perkembangan material, bahannya apakah itu dari serat, rayon apakah itu dari biji kapas, dengan demikian ada teknologi pewarnaan, dengan demikian kita lihat banyak kolaborasi desain bagaimana mencampur batik dengan yang lain seperti dengan tenun," tambahnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com